38 Kg Sabu Disita, Bandarnya Tewas Ditembak

MEDAN, KabarMedan.com  | Jaringan sindikat pengedar narkoba internasional di Sumut digulung polisi. Dari pengungkapan itu, petugas menyita 38 Kg sabu. Petugas menangkap 14 pelaku, diantaranya satu ditembak mati dan tiga ditembak pada bagian kaki.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpaw mengatakan, penangkapan berawal dari pengintaian yang dilakukan petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut dari 25 November hingga 5 Desember 2017.

Petugas melakukan penangkapan terhadap Mudawali (31) warga Jalan Mariendal I, Patumbak, Deli Serdang. Ia ditangkap di Jalan Lintas Medan–Banda Aceh, tepatnya di Desa Batu bersama barang bukti 6 Kg sabu pada Sabtu 25 November 2017.

BACA JUGA

Petugas melakukan pengembangan dan menangkap Paujari (45) di rumahnya di Jalan Pasar I LK VII, Medan Marelan pada Selasa 28 November 2017. Dari pelaku disita 6 Kg sabu sebagai barang bukti.

“Saat dilakukan pengembangan ke Desa Sampali pelaku mencoba melarikan diri. Petugas memberikan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kaki kanannya,” katanya, Rabu (6/12/2017).

Dari pelaku petugas mendapat informasi ada pengiriman sabu dari Tanjung Balai menuju Medan. Penangkapan dilakukan pada Minggu 3 Desember 2017, dengan membuntuti pelaku yang diduga menjemput sabu di daerah Jalan Turi, Medan.

Saat dijalan Gaperta Ujung, Helvetia, petugas menghentikan kendaraan pelaku dan melakukan penggeledahan. Petugas menyita barang bukti 15 Kg sabu.

“Petugas menangkap Conary Pernando Sitorus alias Aguan (46), warga Jalan Sunggal, Medan Sunggal Medan dan Gema Sitorus (56), warga Desa Suka Maju Indah, Sunggal,” ucapnya.

Saat diinterogasi, katanya, pelaku mengaku mengaku mendapatkan sabu dari pelaku Mhd Dani Sitorus alias Dani alias Koro (40), warga Teluk Nibung Desa Perjuangan, Teluk Nibung, Tanjung Balai.

Petugas kemudian melakukan pengejaran terhadap pelaku yang menggendarai mobil Kijang Krista warna hitam. Pelaku sempat menabrakan kendaraannya ke kendaraan petugas.

Untuk menghentikan para pelaku didepan lapangan bola yang menuju daerah Namorambe dan para pelaku akhirnya ditangkap dan menyerahkan barang tersebut.

“Petugas menangkap pelaku Mhd Dani Sitorus alias Dani alias Koro (40), Riawan alias Athong (34), warga Jalan Ringroad/Jalan Gagak Hitam, Sunggal, Medan, AKP Basa Siregar (44), warga Jalan Duria Kompleks Royal Duria, Kisaran Naga, Kisaran Timur, Asahan, dan Bripda Mhd Yogi Maulana Sitompul (22) warga Jalan Kampung Jawa Gang Ule, Padang Matinggi, Rantau Utara, Labuhan Batu,” akunya.

Berdasarkan hasil interogasi, dua kurir ditangkap yaitu Arif Ari Body (28), warga Tanjung Baru, Pasar IX, Jalan Bakaran Batu Dusun II, Tanjung Morawa, Deli Serdang, dan Jonny (45) warga Jalan Titi Papan Simpang Dobi Gang Nuri, Titi Papan, Medan Deli.

Dimana, pelaku Arif memesan 2 Kg sabu dan Jonny memesan 3 Kg sabu. Petugas lalu membawa pelaku Mhd Dani Sitorus ke kawasan Helvetia untuk mencari 3 Kg sabu sempat diedarkan.

“Saat turun dari mobil pelaku melakukan perlawanan, sehingga dilakukan tindak tegas dan terukur yang menyebabkan tersangka meninggal dunia. Tersangka merupakan otak pelaku dan pemilik 15 Kg sabu yang kita amankan,” jelasnya.

Pada Senin Senin (4/12/2017) petugas menangkap 3 pelaku, yaitu M Aman Sapuan (22), warga Desa Pekuburan Tanjung Pura, Langkat, Ahmad Zulvi (40), warga Desa Pekuburan, Tanjung Pura, Langkat dan Alfa Chandra (35), warga Desa Pekuburan, Tanjung Pura, Langkat.

“Saat pengembangan pelaku Aman berupaya melarikan diri, sehingga petugas menembak kakinya. Dari tangan pelaku disita barang bukti 1 Kg sabu,” tambahnya.

Pada Selasa (5/12/2017) sekitar pukul 23.00 WIB, petugas menangkap Suryono (44) di Jalan Putri Hijau, tepatnya di depan Merdeka Walk.

Dari pelaku disita barang bukti 10 Kg sabu. Pelaku juga berupaya melarikan diri, sehingga kakinya ditembak.

“Barang bukti yang disita 38 Kg sabu-sabu dengan 14 orang pelaku. Tiga orang ditembak kakinya, satu orang diberi tindakan terukur dan meninggal dunia,” cetusnya.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukumannya pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, pidana mati atau pidana seumur hidup,” pungkasnya. [KM-03]

Komentar Kamu

LEAVE A REPLY