Agustus 2017, Pegadaian Salurkan Kredit Rp 6,371 Trilliun

MEDAN, KabarMedan.com | PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan menyalurkan kredit Rp6,371 Triliun hingga Agustus 2017.

Outstanding loan (sisa uang pinjaman) sampai Agustus 2017 pada gadai konvensional Rp 1.789.126.180.000, kredit mikro emasku Rp 1.037.693.418, gadai flexi Rp 446.690.000, krasida Rp 26.782.549.389, krasida khusus Rp 0, kreasi Rp 89.560.961.077, kresna Rp 487.563.100, kresna khusus Rp 43.011.780.000, krista Rp 984.448.828, emasku Rp 0, dan mulia baru Rp 14.022.846.328.

“Out standing loan gadai syariah, yaitu rahn Rp 493.056.200.000, amanah Rp 21.646.512.679, arrum Rp 34.489.278.773, arrum emas baru Rp 6.318.562.498, arrum haji Rp 9.417.205.882, emasku Rp 202.478.837, mulia baru Rp 4.136.196.560 dan rahn flexi Rp 330.180.000,” kata Humas PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan, Lintong Parulian Panjaitan, Rabu (6/9/2017).

BACA JUGA

Pencapaian omzet sampai Agustus 2017 pada  gadai konvensional Rp 4.695.800.930.000, emasku Rp 2.198.093.200, gadai flexi Rp 8.567.500.000, krasida Rp 39.062.700.000, kreasi Rp 63.943.200.000, kresna Rp 0, kresna khusus Rp 9.725.400.000, krista Rp 0, dan mulia baru Rp 27.884.384.472.

“Untuk gadai syariah, yaitu rahn Rp 1.675.298.350.000, kredit mikro amanah Rp 17.771.500.000, arrum Rp 30.544.880.000, arrum emas baru Rpn 7.146.190.000, arrum haji Rp 8.025.000.000, emasku Rp 321.994.200, rahn flexi Rp 1.257.950.000 dan mulia baru Rp 7.709.754.829,” ujarnya.

Mengantisipasi September 2017 ini, Pegadaian Medan menyiapkan dana berapapun besarnya dana yang dibutuhkan masyarakat untuk pencairan kreditnya. Apalagi, kata Lintong, saat ini para pedagang membutuhkan modal kerja cukup tinggi guna memenuhi modal usahanya untuk pembelian bahan-bahan pokok, dan lain-lainnya sesuai yang dibutuhkannya.

“Nasabah Pegadaian  terdiri dari PNS, BUMN, Pedagang, Ibu-ibu rumah tangga, mahasiswa/i, supir, petani dan lain sebagainya,” ucapnya.

Di setiap cabang maupun unit banyak dipenuhi oleh para nasabah yang menggadaikan emas perhiasannya maupun pengajuan kredit lain di dalam memenuhi kebutuhan modal kerja maupun modal usahanya. Permintaan modal kerja ini meningkat dari setiap cabang maupun unit dalam setiap harinya, bila dilihat dari permintaan modal kerja ke kantor wilayah.

“Pegadaian saat ini sudah boleh menerima iuran BPJS dari masyarakat, juga untuk pembayaran listrik maupun token, iuran telepon, pulsa, tiket kereta, pengiriman uang (western union), tv kabel, kredit mikro, kredit emas, iuran televisi, kredit program kemitraan dan bina lingkungan, kredit sepeda motor dan mobil, serta arrum haji,” pungkasnya. [KM-03]

Komentar Kamu

LEAVE A REPLY