Badan Siber dan Sandi Negara Resmi Dibentuk, Ini Tugasnya

JAKARTA, KabarMedan.com | Badan Siber dan Sandi Negara yang disingkat dengan BSSN akhirnya resmi dibentuk. Tugas BSSN yakni melaksanakan keamanan siber secara efektif dan efisien untuk mendukung keamanan dunia siber di Tanah Air.

“Betul sudah resmi dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden RI No. 53 Tahun 2017 Tentang Badan Siber dan Sandi Negara tanggal 19 Mei 2017,” kata Desk Ketahanan dan Keamanan Informasi Cyber Nasional, Irvan Nasrun, Kamis (1/6/2017).

Dia mengatakan, BSSN memiliki tugas melaksanakan keamanan siber secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan, mengembangkan, dan mengonsolidasikan semua unsur yang terkait dengan keamanan siber.

BACA JUGA

“BSSN akan berkoordinasi dengan seluruh Kementerian atau lembaga dan instansi swasta. BSSN juga bertanggungjawab kepada Presiden melalui koordinasi Menko Polhukam,” terangnya.

Lebih lanjut, Plt Biro Humas Kementerian Kominfo, Noor Iza mengatakan, bahwa BSSN juga memiliki tugas melakukan pengamanan infrastruktur vital.

“Tugas BSSN di sisi siber mengacu kepada apa yang telah disiapkan oleh Menkominfo dalam upaya melakukan pengamanan infrastruktur vital,” kata Noor.

Noor Iza juga menambahkan, Menkominfo Rudiantara telah menanamkan dalam roadmap pengamanan siber yang disiapkan sejak pertengahan 2015.

Prinsip sistem pengamanan ini adalah upaya, satuan tugas dan tata kelola yang terlaksana setiap saat. Sehingga kesiapan dan kewaspadaaan (readiness and alertness) selalu terjadi di dalam infrastruktur vital.

Polanya juga mengacu kepada Identify Detect Protect Response and Recover (IDPRR). IDPRR tertuang dalam fungsi yang diselenggarakan BSSN meliputi Identifikasi, Deteksi, Proteksi, Penanggulangan dan Pemulihan.

Setiap penyelenggara sumber daya vital nantinya harus menerapkan pola tersebut. Pola ini diterapkan dengan dukungan satuan kerja dan SOP yang tegas yang akan selalu melakukan routing IDPRR. Pelaksanaannya dilakukan dengan pemantauan terus menerus. [KM-01]

Komentar Kamu

LEAVE A REPLY