Fokus Layanan 4G LTE, STI Lepas Aset Tower

JAKARTA, KabarMedan.com | PT  Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI), yang merupakan salah satu afiliasi ice group, telah sepakat untuk melepas aset menara kepada PT Inti Bangun Sejahtera, Tbk (IBS), salah satu perusahaan penyedia infratruktur menara telekomunikasi terbesar di Indonesia.

Bersamaan dengan kesepakatan tersebut, STI dan IBS juga menandatangani perjanjian sewa menara induk dalam jangka panjang. IBS akan mendukung kebutuhan menara STI dengan infrastruktur yang mereka miliki.

Saat ini STI sedang dalam proses untuk mengembangkan jaringan 4G LTE di seluruh Indonesia. STI percaya bahwa IBS merupakan pihak yang tepat untuk mendukung STI menjelang rencana peluncuran layanannya secara nasional. Pada tahun 2016, jumlah menara yang dimiliki IBS sudah mencapai 3.677 unit.

BACA JUGA

“Transaksi ini merupakan strategi STI untuk fokus pada operasinya dengan mempercayakan fungsi-fungsi yang bukan core bisnis utamanya kepada pihak ketiga, sehingga dapat segera menyediakan layanan broadband 4G LTE kepada konsumen serta pelanggan bisnis,” kata JD Fouchard, CEO ice group yang merupakan pemegang saham, Rabu (6/12/2017).

Penutupan transaksi ini akan dibagi menjadi beberapa tahap dan akan disesuaikan pada kondisi saat penutupan. Pelepasan aset tower atau menara kepada IBS dipastikan tidak akan memiliki dampak negative dan signifikan bagi bisnis karena STI dapat memanfaatkan kerjasama dengan perusahaan penyedia tower yang sudah cukup banyak di Indonesia.

Nilai dari transaksi ini adalah senilai Rp414 milyar atau setara USD31 juta. STI akan menggunakan hasil transaksi ini untuk memperkuat posisi finansial perusahaan sehingga lebih leluasa untuk fokus  dalam mengembangkan bisnis layanan Net1 Indonesia.

“Langkah ini kami tempuh dalam rangka efisiensi serta peningkatan kinerja STI sehingga kami dapat lebih fokus untuk menggarap pengembangan layanan broadband data connectivity di daerah  rural dan sub urban Indonesia dengan kualitas jaringan yang memadai serta jangkauan yang luas,” ungkap Larry Ridwan, CEO STI.

Meski layanan broadband data connectivity 4G LTE dengan nama dagang Net1 Indonesia belum dirilis secara nasional, sejumlah daerah di Indonesia telah mengakses layanan yang menggunakan frekuensi 450 MHz tersebut.

Hingga awal 2018, STI menargetkan bisa melakukan migrasi seluruh pelanggan layanan Ceria yang masih menggunakan akses Code Division Multiple Access (CDMA) ke layanan Net1 berbasis 4G LTE. [KM-03]

Komentar Kamu

LEAVE A REPLY