Indonesia Jadi Panutan Dalam Meningkatkan Kesadaran Penyakit Demensia

JAKARTA, KabarMedan.com | Alzheimer’s Disease International (ADI) memberikan kepercayaan dan penghormatan kepada Indonesia untuk menjadi tuan rumah 20th Asia Pacific Regional Conference Alzheimer’s Disease International, pada 3 hingga 5 November 2017.

ALZI dinilai aktif merayakan World Alzheimer’s Month yang jatuh setiap September dengan menggunakan pendekatan yang kreatif dan inovatif.

Berbagai kegiatan peningkatan kesadaran penyakit Alzheimer dan demensia yang dilakukan oleh Alzheimer’s Indonesia (ALZI) sejak 2013 lalu berhasil mendapatkan perhatian dunia.

BACA JUGA

Kampanye #JanganMaklumDengan Pikun oleh Alzheimer’s Indonesia, mengedukasi masyarakat mengenai penyakit Alzheimer dan mengajak mereka aktif dalam melakukan deteksi dini untuk mencegah demensia.

Pada 2016, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menetapkan Rencana Aksi Nasional (RAN) demensia yang akan mulai diimplementasikan ke seluruh kota di Indonesia.

Menteri Kesehatan RI, Nina F. Moeloek, menyatakan pemerintah menaruh perhatian khusus untuk penanganan orang dengan demensia (ODD) karena saat ini ada sekitar empat persen lansia di Indonesia terkena demensia.

Untuk itu, Kementerian Kesehatan saat ini tengah menyusun panduan penanganan lansia dan ODD serta menyiapkan tenaga kesehatan terlatih di setiap puskesmas di seluruh Indonesia.

Hal ini dilakukan agar setiap orang mendapatkan informasi mengenai penyakit Alzheimer.

“Pemerintah Indonesia fokus untuk menurunkan potensi jumlah penderita Alzheimer di Indonesia dengan cara meningkatkan kesadaran dan mempromosikan gaya hidup sehat. Dengan Rencana Aksi Nasional (RAN) Demensia dan Lansia diharapkan tenaga kesehatan Indonesia mempunyai standar yang sama dalam menangani pasien demensia,” katanya, Senin (2/10/2017).

Direktur Regional Alzheimer Asia Pasifik, DY Suharya, menyatakan pada konferensi Alzheimer di Jakarta, berbagai pakar medis dan non-medis dari seluruh dunia akan membahas penyakit Alzheimer dari berbagai aspek, mulai dari penyakitnya hingga pandangan dari sisi hukum.

Ia berharap, dalam konferensi ini akan lahir sebuah solusi komprehensif yang dapat melindungi orang dengan demensia.

“Fokus Alzheimer Disease International adalah mengadvokasi hak asasi manusia untuk orang demensia beserta caregivers. Melalui pendekatan siklus hidup (life-cycle approach) maka orang dengan demensia dan caregivers dapat terlindungi hak-haknya seperti hak dalam mengelola keuangan dalam institusi keuangan,” ujarnya.

Selain dari rangkaian kegiatan yang diadakan pada saat konferensi tersebut, ALZI juga mengadakan berbagai kegiatan kreatif untuk meningkatkan pemahaman anak muda tentang penyakit Alzheimer.

Direktur Eksekutif Alzheimer’s Indonesia, Sakurayuki mengatakan kegiatan ini berupa:

1.Lomba film pendek untuk kategori pelajar/mahasiswa, media, dan umum yang dinilai oleh Riri Reza dan Mira Lesmana

2.Kerjasama dengan Slank untuk membuat video pendek tentang Alzheimer dan agar masyarakat tidak maklum dengan pikun

3.Peluncuran buku dongeng anak tentang Alzheimer yang bekerjasama dengan Paman Gery dan kawan-kawan

4.Pameran foto karya Jerry Aurum, Maggy Horhoruw, dan banyak lagi pada saat koferensi Alzheimer Asia Pasifik

5.Konser amal alumni Paragita UI yang hasil penjualannya digunakan untuk meningkatkan pengertian masyarakat atas Alzheimer

“Kami berharap berbagai kegiatan ini dapat menambahkan pemahaman masyarakat terutama anak muda akan Alzheimer dan memberikan gambaran apa saja yang bisa kita lakukan untuk mencegah Alzheimer,” pungkasnya. [KM-03]

 

Komentar Kamu

LEAVE A REPLY