Jalan Tol Medan – Binjai Siap Dioperasikan

BINJAI, KabarMedan.com | Pembangunan jalan tol Medan – Binjai dari gerbang tol Helvetia – Binjai sepanjang 10,6 KM telah siap dioperasikan.

Tinggal pembangunan jalan tol seksi Tanjung Mulia sepanjang 3,3 KM masih menunggu proses pembebasan lahan yang ditargetkan akan selesai Desember mendatang.

Kepala Kanwil BPN Sumut, Bambang Priono mengatakan, untuk seksi Tanjung Mulia, Jalan Kapten Sumarsono sepanjang 3,3 KM memang masih kendala pembebasan lahan.

BACA JUGA

“Saat ini memang masih ada kendala pembebasan lahan di seksi Tanjung Mulia. Hal ini dikarenakan ada tumpang tindih kepemilikan lahan,” kata Bambang, Senin (9/10/2017).

Bambang menjelaskan, awalnya para penggarap menduduki lahan sampai memiliki keturunan. Sementara tahun 1973 terbit sertifikat hak milik dan dari enam yang memiliki sertifikat baru tiga yang berhasil dijumpai tim. Tapi terakhir ada juga gugatan di pengadilan sebagai pemegang Grant Sultan.

“Sesuai pasal 86 UU Pengadaan Tanah kalau terjadi sengketa atau perkara maka solusinya adalah konsinyasi,” ujarnya.

Menurut dia, kalau nanti sudah konsinyasi maka pembayaran akan dititipkan ke pengadilan. Nantinya pengadilan akan memanggil pihak yang bersengketa. Jadi kalaupun ada gugatan siapa yang menang perkara pihak tersebutlah yang nanti akan dibayarkan ganti rugi lahannya.

Sementara itu, Pimpinan Proyek jalan tol Medan – Binjai, Hestu Budi mengatakan, untuk kondisi eksisting badan jalan sudah 100 persen. Hanya butuh beberapa penyempurnaan saja sebelum operasional dimulai setelah dibuka Presiden Joko Widodo.

“Persiapan kita sudah 100 persen, kalaupun ada yang perlu disempurnakan itu kan tinggal soal kerapian, seperti rumput dan juga ada marka-marka jalan yang harus dirapikan lagi,” ujar Budi.

Selain penyempurnaan itu, Budi juga menyebutkan bahwa kondisi lampu jalan sejak dipasang juga ada yang rusak. Sehingga pendukung keberadaan badan jalan tol menjadi lebih siap.

“Begitu juga untuk penyeberangan umum juga sudah siap. Jadi ya untuk digunakan melintas, sudah 100 persen. Intinya kita sudah siap, apa yang dilihat masih kurang, kita akan rapikan lagi,” jelasnya.

Sedangkan soal tarif dan kapan akan diberlakukan sistem pembayaran, lanjut Budi, hal itu masih menunggu keputusan lebih lanjut dari atasan. Meskipun diakuinya kemungkinan akan dibuka gratis sementara waktu sekaligus uji coba dan penyesuaian.

“Ada yang dibuka gratis, ada juga nanti berbayar. Jadi penyesuaian dulu, dan untuk petugas (pengelola) juga sudah ada,” sebutnya.

Selain itu, pihaknya juga menyebutkan bahwa berdasarkan aturan yang ada, penggunaan sistem pembayaran elektronik mengunakan kartu e-Toll akan diberlakukan setelah nantinya jalan tol dibuka dan dikenakan tarif kepada pengguna jalan.

“Sesuai peraturan memang harus begitu, tidak lagi menggunakan pembayaran tunai, terpaksa e-Toll,” pungkasnya. [KM-01]

Komentar Kamu

LEAVE A REPLY