Jokowi Resmikan Silangit Menjadi Bandara Internasional

TAPANULI UTARA, KabarMedan.com | Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Terminal Bandara Udara Internasional Silangit di Siborong-borong, Tapanuli Utara, Jumat (24/11).

Bandara Internasional Silangit kini memiliki landas pacu dengan panjang 2.650 meter dan lebar 45 m sehingga bisa darati pesawat jenis Boeing 737.

Peresmian ditandai dengan pemukulan gondang alat musik tradisional Batak oleh Presiden Jokowi, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Menteri BUMN Rini M Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

BACA JUGA

Peresmian juga ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pelepasan burung merpati sembari Presiden Joko Widodo melafaskan kalimat berbahasa Batak.

“Bukama pintu, Bukama harbangan. Ai Nunga rade labuan, ni hapal habang Internasional. Pidong na habang, sarma barita on tu luat portibi. Dengan mengucapkan Bismmillahirahmanirahim saya nyatakan Bandara Internasional Silangit resmi dibuka,” kata Joko Widodo diiringi bunyi gondang Batak.

Jokowi mengatakan, Bandara Internasional Silangit akan menjadi gerbang bagi wisatawan berkunjung, gerbang kreatifitas dalam pelestarian adat Batak, serta gerbang untuk Marsipature Hutanabe.

“Gerbang untuk membangun kampung halaman dan terutama gerbang untuk menuju peningkatan kemakmuran kesejahteraaha seluruh masyarakat Batak,” ujarnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, menjelaskan pihaknya giat membangun bandara sejalan dengan meningkatnya tren jumlah penumpang udara dimana dari tahun 2015 berjumlah 90 juta penumpang, maka pada tahun 2019 diprediksi mencapai 162 juta penumpang per tahun.

Silangit sebelumnya adalah bandara perintis dengan panjang runway 1.850 m dan lebar 30 m. Saat ini panjang runway mencapai 2.650 meter dengan lebar 45 m. Saat ini, lanjutnya, Silangit sudah bisa didarati pesawat jenis boeing 737 sehingga diharapkan bisa menjaring wisatawan asal Hongkong. Taiwan, India dan Cina bagian Selatan.

Dijelaskannya pada 25 Oktober 2017 lalu sudah dilakukan penerbangan perdana dari Singapura ke Silangit oleh Menteri Pariwisata dan Menko Kemaritiman. Pada awalnya penerbangan Singapura-Silangit melalui sistem carter dengan jumlah 10 penerbangan.

“Luar biasa sekarang sudah terjual 90% dan nearly sold out. Dalam waktu tiga bulan sudah menajadi permanen,” pungkasnya. [KM-03]

Komentar Kamu

LEAVE A REPLY