Langkah Nyata CCAI Dalam Mendukung Pengembangan Masyarakat dan Lingkungan

Peresmian Coca-Cola Forest Semarang sebagai Coca-Cola Forest ketiga, dihadiri oleh Bupati Kabupaten Semarang - Mundjirin ES, Group Managing Director Coca-Cola Amatil (CCA) - Alison Watkins, Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) - Tuti Hendrawati Mintarsih, dan President Director Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) - Kadir Gunduz.

SEMARANG, KabarMedan.com | Melanjutkan kesuksesan Coca-Cola Forest di Lampung dan Bandung, awal Maret lalu Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) kembali meluncurkan Coca-Cola Forest, kali ini diadakan di Kota Semarang.

Coca-Cola Forest merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) dari CCAI, yang bertujuan untuk meningkatkan cadangan air melalui penanaman dan donasi pohon, serta memberdayakan masyarakat setempat melalui berbagai pelatihan ramah lingkungan.

Di Coca-Cola Forest Semarang, CCAI mendukung petani dan masyarakat setempat untuk memproduksi padi di lahan CCAI, sambil memfasilitasi mereka untuk mengembangkan kemampuan dalam empat bidang baru, yaitu penanaman dan perawatan pohon, pelatihan membuat kompos dari ampas produksi Frestea, beternak ikan di sawah –atau yang dikenal juga sebagai Minapadi, serta pendalaman konsep reuse-reduce-recycle. Keempat modul tersebut disampaikan melalui dua tahapan, yaitu pembelajaran dalam kelas (in-class training) dan praktik langsung di lapangan, untuk hasil yang maksimal.

BACA JUGA

Meninjau area pembibitan Coca-Cola Forest Bandung. Lebih dari 33.000 bibit Pohon Albasia telah didonasikan kepada komunitas sekitar pabrik CCAI Bandung sejak tahun 2015.

“Melalui Coca-Cola Forest yang ketiga ini kami menggabungkan program-program untuk memberdayakan masyarakat melalui empat modul pelatihan, sekaligus melestarikan lingkungan melalui penanaman pohon di area resapan air,” kata President Director Coca-Cola Amatil Indonesia, Kadir Gunduz, saat menghadiri peresmian Coca-Cola Forest Semarang.

Sementara itu, program Coca-Cola Forest di Bandung yang telah berjalan sejak tahun 2015 silam, telah mendonasikan sebanyak 30.738 pohon, menggunakan lebih dari 40.000 botol plastik bekas sebagai pengganti polybag untuk media pembenihan tanaman, mengolah 20 ton ampas teh sisa produksi Frestea menjadi pupuk organic, serta melibatkan 5 warga dari sekitar pabrik CCAI Bandung untuk mengembangkan program Coca-Cola Forest.

Pencapaian-pencapaian tersebut berhasil membawa Coca-Cola Forest Bandung memenangkan penghargaan CSR bergengsi, antara lain penghargaan selama tiga tahun berturut-turut (2015-2017) dari gelaran “5 Tahun CSR Jawa Barat” yang diinisiasikan oleh Pemerintah Jawa Barat, berkat kontribusi CCAI melalui Coca-Cola Forest dalam perawatan dan penanaman pohon di berbagai kawasan konservasi air wilayah Jawa Barat.

Penyerahan secara simbolis 20.000 bibit pohon untuk konservasi hulu Sungai Citanduy, Jawa Barat dalam rangka memperingati Bulan Menanam Pohon 2016.

Baru-baru ini Coca-Cola Forest Bandung juga kembali menerima penghargaan, berkat komitmennya dalam penanaman 20.000 pohon di kawasan konservasi air di hulu sungai Citanduy, Jawa Barat, hasil kolaborasi CCAI dengan LSM Gerakan Alam Lestari Terpadu (Geliat).

Sementara itu, Coca-Cola Forest Lampung, sebagai pilot project yang diluncurkan pada bulan November 2014, telah memberikan 24 program pelatihan terkait pelestarian lingkungan kepada 480 siswa dari 7 sekolah di Desa Sukanegara, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan, melalui Coca-Cola Forest Fun Learning.

Coca-Cola Forest Lampung telah menumbuhkan lebih dari 2.800 pohon jabon di lahan CCAI Lampung dan meraih Golden Award dalam ajang Lampung CSR Awards 2016. Ke depannya, Coca-Cola Forest Lampung akan membuat persemaian tanaman keras, melakukan teknik tumpang sari, serta memperluas area tanam untuk kebun sayuran organik.

Siswa dari sekolah di sekitar Pabrik CCAI Lampung berpartisipasi dalam Coca-Cola Forest Fun Learning.

Tanggapan positif dari masyarakat dan pemerintah setempat terhadap program Coca-Cola Forest, sekaligus menunjukkan kepada masyarakat yang lebih luas bahwa hutan tidak hanya memiliki fungsi ekologi, tetapi juga memiliki fungsi ekonomi dan sosial, terutama bagi mereka yang tinggal di sekitarnya.

Berbagai hal bermanfaat dapat dipelajari dari program Coca-Cola Forest. Di samping belajar menyemai dan merawat pohon, komunitas di sekitar pabrik CCAI juga dapat memperoleh pengetahuan yang lebih komprehensif mengenai pemanfaatan sampah, baik organik maupun anorganik, melalui teori dan praktik langsung.

Sejak memasuki Indonesia 25 tahun lalu, bertumbuh bersama masyarakat dan berkontribusi dalam pelestarian lingkungan hidup telah menjadi bagian penting dari bisnis CCAI. Upaya CCAI dalam menjalankan program-program CSR dan Sustainability diterapkan dalam empat pilar: Our People, Wellbeing, Environment, dan Community.

Bersama inisiatif-inisiatif keberlanjutan CCAI yang lain, Coca-Cola Forest merupakan bentuk komitmen CCAI untuk terus bertumbuh sebagai bisnis yang bertanggung jawab, bersama masyarakat di area operasionalnya.

Tentu saja kolaborasi yang komprehensif dalam mencapai tujuan Coca-Cola Forest sangat diperlukan. Selain keterlibatan dari masyarakat dan Pemerintah setempat, sejumlah tenaga ahli juga turut terlibat dalam pengembangan Coca-Cola Forest baik di Lampung, Bandung, maupun Semarang.

Para tenaga ahli tersebut berasal dari berbagai organisasi termasuk Komunitas Harapan, Gerakan Alam Lestari Terpadu (Geliat), Universitas Satyawacana, dan Dinas Pertanian Jawa Tengah, Komunitas Forum Pendidik, Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, BP DAS Lampung, dan Persatuan Sarjana Kehutanan Indonesia.

Group Managing Director Coca-Cola Amatil (CCA), Alison Watkins mengatakan, Coca-Cola Amatil Indonesia beroperasi secara bertanggungjawab dan memberikan dampak positif kepada masyarakat di daerah tempat kami beroperasi adalah nilai-nilai yang penting bagi kami.

“Kami berupaya keras untuk bermitra dengan masyarakat serta pelaku bisnis. Selalu ada lebih banyak yang dapat dilakukan, tetapi keberhasilan program Coca-Cola Forest merupakan pertanda baik untuk kelanjutan dan kesuksesan masa depan kami di Indonesia,” pungkas Alison. [advertorial]

Komentar Kamu

LEAVE A REPLY