Lembaga Keuangan Bersaldo Minimum Rp1 M Wajib Lapor Ke Dirjen Pajak

JAKARTA, KabarMedan.com | Menteri Keuangan Sri Mulyani memutuskan untuk meningkatkan batas minimum nilai saldo rekening keuangan yang wajib dilaporkan lembaga keuangan secara otomatis kepada Direktorat Jenderal Pajak, dari semula Rp200 juta menjadi Rp1 miliar. Aturan ini pun didukung penuh oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurut Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman Hadad, perbankan nantinya harus siap untuk mengembangkan sistem teknologi pada tahap pelaporan data ini.

“Kita ikuti keputusan Pemerintah. Kemudian sosialiasi kepada para nasabah harus dilakukan. Ke banknya termasuk persiapan banknya kalau gunakan pelaporan bank harus siapkan teknologinya dan SDM-nya,” katanya, Senin (12/6/2017).

BACA JUGA

Menurut Muliaman, sosialisasi masih harus tetap dilakukan. OJK pun hingga saat ini masih terus melakukan sosialisasi bersama pihak perbankan.

“Yang penting sosialisasi OJK sama bank ketemu. Bicarakan mekanisme, apa yang perlu disiapkan. Lalu, OJK sistem gimana, banyak kepada infrastuktur. OJK sudah siap,” ujarnya.

Dengan perubahan batasan minimum menjadi Rp1 miliar tersebut, jumlah rekening wajib pajak dilaporkan adalah sekira 496.000 rekening atau 0,25% dari keseluruhan rekening yang ada di perbankan saat ini. [KM-01]

Komentar Kamu

LEAVE A REPLY