Mantap, Tiga Tim Menang di DILo Hackathon Festival Medan

MEDAN, KabarMedan.com | Setelah melalui proses penjurian yang panjang dan ketat, akhirnya DILo Hackathon Medan memiliki 3 tim pemenang. Pemenang I adalah Tim “Witch Doctor” dengan produk bernama PATUNGAN, sebuah platform yang memungkinkan pemilik bisnis dipertemukan dengan calon investor. Pemenang II dimenangkan oleh tim “NAPA” dengan produk CROWD FOOD, aplikasi yang memudahkan pemilik bisnis menjual makanan yang tersisa dengan harga lebih murah bertemu dengan calon pembelinya, dan juara III tim MIOT dengan produk MIOT sebuah perangkat IoT (Internet of Things) yang memungkinkan untuk menyalakan dan mematikan sepeda motor melalui ponsel berbasis Android.

Setiap pemenang berhak menerima hadiah uang tunai sebesar 3 juta rupiah untuk pemenang I, 2 juta rupiah untuk pemenang II, dan 1 juta rupiah untuk pemenang II. Selain itu mereka dan para pemenang dari kota-kota lainnya akan diseleksi kembali untuk diikutsertakan dalam kegiatan Indigo Day.

“DILo Hackathon Medan adalah bagian dari rangkaian acara DILo Hackthon Festival pada 24-25 November lalu, serentak di 10 Kota di Indonesia, yaitu Banda Aceh, Medan, Tangerang, Bandung, Bogor, Malang, Jogja, Solo, Denpasar, Balikpapan dan Makassar. Kami sangat mendukung acara-acara seperti ini guna meningkatkan keahlian dan kompetensi warga Medan baik secara nasional maupun regional,” Kata Ery Punta, Managing Director Indigo Creative Nation Pada pembukaan DILo Hackathon Medan di Digital Lounge (DiLo) Medan.

BACA JUGA

Tercatat 30 tim yang mendaftar acara ini, yang kemudian disaring menjadi 20 tim. Para peserta berasal dari berbagai universitas di kota Medan dan sekitarnya, seperti USU, UIN, STMIK Mikroskil, Harapan, LP3i, hingga IT DEL.

DILo Hackathon merupakan ajang kompetisi bagi masyarakat Indonesia untuk menghasilkan aplikasi-aplikasi terbaik dalam satu malam atau 24 jam di 10 kota di Indonesia, dengan mengusung tema “Building Competitiveness Through Digital Creative”. Kegiatan ini bertujuan untuk mengeksplorasi isu-isu yang dihadapi Indonesia dan mencari solusinya, mengembangkan dunia digital kreatif di Indonesia, dan menciptakan inovasi yang disruptif. [rel/KM-02]

Komentar Kamu

LEAVE A REPLY