Mendikbud Serahkan 1200 KIP Kepada Pelajar SMP di Kota Medan

MEDAN, KabarMedan.com | Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr.Muhadjir Effendy MAP menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dalam bentuk Kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) kepada 1200 Pelajar SMP di Kota Medan, Senin (4/9/2017).

Penyerahan KIP dilakukan di SMP Negeri 5 Medan ini, merupakan Program Indonesia Pintar (PIP) yang diprioritaskan Presiden RI Joko Widodo.

Hadir dalam acara itu, Dirjen Pendidikan Dasar Menengah, Hamid Mohammad Phd, Dirjen Pembinaan SMP Dr Supriano MED, Wakil Gubernur Sumut Brigjen TNI (Purn) Hj.Nur Hajizah Marpaung, Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S Msi yang diwakili Kadis Pendidikan Kota Medan Drs Hasan Basri, anggota DPRD Kota Medan Mulia Asri Rambe, Kadis Kominfo Zain Noval SSTP MAP, Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Medan, Sahbilal Mpd, Pimpinan Cabang BRI Medan I Nyoman Gede Arta, dan Camat Medan Labuhan Arahman Pane serta Kepala Sekolah SMP dan Kepala UPT .

BACA JUGA

“Kami berharap dana PIP ini dapat digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah seperti buku, tas dan sepatu siswa. Jangan dana PIP tersebut dibelikan pulsa apalagi para orang tua memakainya untuk membeli rokok, jika ketahuan maka penyalurannya akan kami berhentikan. Oleh sebab itu, pengambilan harus tetap didampingi,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Mendikbud juga menyinggung tentang penguatan pendidikan karakter (PPK) bagi para siswa yang harus ditingkatkan. Harus ada terobosan bagi sistem belajar mengajar di sekolah, salah satunya proses belajar mengajar tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga dapat dilakukan di luar kelas. Selain itu, penerapan hari sekolah selama 5 hari Pemikiran guru yang hanya mengajar di dalam kelas saja juga perlu di rubah, artinya guru sudah harus lebih kreatif.

“Pemerintah saat ini menerapkan kebijakaan baru tentang penerapan guru mengajar 8 jam/hari. Dengan penerapan kebijakan ini, guru dapat fokus mengajar di satu sekolah saja. Selama 8 jam/hari di sekolah, guru dapat melakukan 5 tugas guru, dan bentuk tatap muka guru dan siswa tidak harus dalam bentuk pemberian materi dalam kelas, tetapi bisa berupa bimbingan, konsultasi, Ekstra kulikuler, dan sebagainya,” pungkasnya. [KM-03]

Komentar Kamu

LEAVE A REPLY