Menko Luhut: Jangan Budaya Kita Hilang Karena Modernisasi

SAMOSIR, KabarMedan.com | Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, salah satu upaya menarik wisatawan dan mengembangkan budaya Indonesia, agar tidak mudah hilang karena modernisasi.

“Presiden sendiri meminta supaya acara semacam ini dilakukan di berbagai tempat untuk menarik turis kita dan mengembangkan budaya kita.Tempat tentu tidak mesti seperti ini, bisa nanti berpindah-pindah ke tempat lain dan juga kegiatannya bisa juga bermacam-macam, tetapi tujuannya untuk membangun budaya kita. Jangan budaya kita hilang karena modernisasi,” kata Luhut usai membuka pagelaran Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba 2017 di Balige, Toba Samosir, Minggu 10 September 2017.

Luhut yang didampingi Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memaparkan, dalam menunjang pariwisata Danau Toba beberapa upaya dilakukan, di antaranya meresmikan Bandara Silangit sebagai Bandara berbasis Internasional pada 8 September 2017 lalu serta mempromosikan Wisata Danau Toba dalam Annual Meeting IMF-WB 2018 mendatang.

BACA JUGA

“Tanggal 8 September 2017 Bandara Silangit secara administratif resmi menjadi Bandara Silangit Internasional. Jadi kemarin yang pertama mendarat di situ saya coba dari Singapore itu Mas Arief (Menpar) cuma 52 menit, jadi terbang dari Singapore ke Bandara Silangit hanya 52 menit,” ujarnya.

” Presiden ingin pada bulan Oktober tahun depan, kita itu menyelenggarakan pertemuan akbar yang kita sebut Annual Meeting IMF-WB di Bali untuk 189 negara, itu adalah bank dunia dan International Monetary Fund. Saya kebetulan ketuanya. Salah satu tujuan nanti turis setelah mereka rapat adalah Danau Toba dan itu akan mendarat nanti di Silangit. Nah kita ada 1 tahun untuk mempersiapkan itu,” tambahnya.

Luhut berharap, adanya kerja sama yang kompak baik dalam persiapan maupun penerimaan turis yang nantinya berkunjung. Apalagi, pembangunan Danau Toba dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang luar biasa.

“Tahun ini dan tahun depan pembangunan di danau toba itu luar biasa. Itu lapangan terbang bisa sekarang sudah mulai dikerjakan. Itu akan bisa digunakan pada awal tahun depan dan di situ akan ada turis, tempat turis kira-kira 600 hektar. Dalam proses itu pasti ada kurang lebihnya. Tapi jangan melihat kurangnya saja, jangan kita marungut rungut (red) karena kita tidak bekerja keras. Jadi saya titip itu bapak ibu sekalian. Dalam hal ini, semua harus berperan, baik Gereja HKBP harus berperan, gereja Katolik harus berperan, masyarakat adat harus berperan, masyarakat muslim harus berperan, semua jadi satu baru kita bisa mencapai sukses yang kita harapkan,” paparnya.

Selain itu, katanya, diharapkan hal ini bisa melahirkan inovasi-inovasi yang bagus yang kreatif untuk membuat budaya di Indonesia, khususnya wisata Danau Toba sebagus mungkin, sehingga pariwisata atau wisatawan yang datang karena keramahtamahan, karena budaya, karena kebersihan, karena lingkungan, karena kita kompak.

“Saya titip kita harus kompak jangan ada salah menyalahkan di dalam apapun, cari jalan keluar dari setiap ada perbedaan. Pasti ada jalan keluarnya kalau niat kita untuk baik. Itu dari saya sekali lagi terima kasih semoga Tuhan yang maha kasih menemani kita semua,” pungkasnya. [KM-03]

 

Komentar Kamu

LEAVE A REPLY