OJK Prediksi Permintaan Kredit Tumbuh Double Digit Pada 2017

Ketua Dewan Komisioner OJK - Muliaman D Hadad/IST

JAKARTA, KabarMedan.com | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprediksi permintaan kredit dapat tumbuh hingga double digit hingga akhir 2017. Hal ini tidak terlepas dari tingginya angka pertumbuhan kredit Bank BUMN hingga mencapai 14%.

“Kredit bisa 9%-12%. Kita harapkan kredit bisa double digit, karena demand masih cukup tinggi. Bank BUMN tumbuh year on year 14%, sementara Bank lain masih cukup tinggi,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman Hadad, Senin (12/6/2017).

Hingga Mei, pertumbuhan kredit tercatat telah mencapai 10,39%. Pesatnya pembangunan infrastuktur masih menjadi penopang pertumbuhan kredit.

BACA JUGA

“Sektor ekonomi masih biasa infrastuktur konstruksi. Pertanian kemudian sektor perdagangan masih biasa. Ada permintaan hampir merata di semua sektor. Saya peroleh data infrastruktur ada pelemahan dari bisnis retail. Sampai hari ini belum tercermin dalam kredit,” jelasnya.

Diharapkan, permintaan kredit ini akan terus tumbuh pesat. Terutama setelah adanya bebagai upaya pemerintah untuk mendukung inflasi.

“Biaya dana naik kan kredit akan kena. Ini untuk jangka panjang terkait inflasi. Kalau jangka panjang bisa tahan inflasi saya optimis bisa single digit,” paparnya.

Dana pihak ketiga tercatat juga masih tumbuh positif. Tak hanya itu, angka kredit bermasalah juga mulai terkendali meskipun masih berada di atas 3%.

“Sementara itu, capping masih dipertahankan karena likuiditas masih agak banyak. Kalau likuiditas oke, capping tidak implementable. Ketika likuiditas mengetat dan terjadi persaingan antarbank, untuk menghindari lonjakan yang berlebihan capping bermanfaat. Saat ini likuiditas masih pada level terkendali,” pungkasnya. [KM-01]

Komentar Kamu

LEAVE A REPLY