Penasaran Tentang Bitcoin? Ayo Ikut “Medan Bitcoin Meet-up Part III”

MEDAN, KabarMedan.com | Mata uang virtual (MUV) bitcoin mendadak semakin popular sejak ransomware WannaCry menyerang ribuan komputer di ratusan negara pada pertengahan Mei 2017 lalu. Pasalnya serangan itu meminta tebusan dalam bentuk bitcoin, yang pemilik bitcoin address-nya tidak dapat dilacak keberadaannya. Minat terhadap bitcoin juga tercermin dari kecenderungan pencarian yang terlihat dari Google Trend. Sejak April 2017 tren pencarian meningkat hampir dua kali lipat hingga pertengahan Mei 2017.

Di bulan itu pula harga bitcoin secara global naik tinggi setara Rp38 juta. Berdasarkan data dari bitcoin.co.id, bitcoin sempat diperdagangkan hingga Rp40 juta per BTC. Di masa yang sama pasar bitcoin di Korea Selatan justru lebih tinggi, mencapai Rp50 juta per BTC. Hingga berita ini ditulis, (22/06) pukul 15.20 WIB, harga bitcoin secara global turun. Berdasarkan data dari coingecko.com, bitcoin bertengger di Rp35,8 per BTC, disusul MUV ether (ETH), Rp4,2 juta. MUV ETH sendiri sempat tembus Rp5 juta, sebagai harga tertinggi sepanjang masa sejak kehadirannya 2015 silam.

Situasi inilah yang mendorong komunitas kreatif MahapalaMultimedia menyelenggarakan acara meet-up untuk kali ketiga, setelah sebelumnya pada 2014 dan 2015 di Medan. Acara yang akan berlangsung pada 1 Juli 2017 itu dilatarbelakangi tentang masih sedikitnya masyarakat Medan yang kurang paham dengan bitcoin, walaupun di Internet ada banyak informasi tentang itu. Pertemuan secara offline akan memberikan efek komunikasi yang lebih baik, karena terjadi diskusi dan berbagi pengalaman secara langsung.

BACA JUGA

“Lagipula ada banyak pihak di luar sana yang sangat tidak bertanggungjawab, yang mengklaim dapat cepat kaya, dengan mengatasnamakan bitcoin. Padahal tidak ada cara cepat kaya di dunia bitcoin. Tetapi yang pasti, laba yang didapatkan dengan berinvestasi rupiah ke bitcoin lebih besar jikalau dibandingkan dengan menyimpan uang di bank, deposito, reksadana atau saham sekalipun, dalam rentang waktu yang singkat. Namun, bitcoin memiliki tingkat volatilitas tinggi, di mana harganya bisa cepat naik atau turun dalam waktu singkat, setidaknya dalam hitungan menit atau jam,” kata Vinsensius Sitepu, pendiri MahapalaMultimedia.

Kata Vinsensius lagi, seraya mengutip pernyataan pakar bitcoin, Andreas Antonopoulos, bitcoin dan blockchain adalah pelajaran tentang teknologi yang sangat baru dan kompleks, karena diciptakan pada 2008. Tanpa belajar lebih jauh tentang teknologi di baliknya, sangat sulit berinvestasi secara tepat di bidang ini. Bitcoin adalah tonggak sangat penting dalam sejarah uang manusia, karena wujudnya virtual alias abstrak, tetapi memiliki nilai. Inilah kali pertama dalam sejarah manusia memiliki mata uang virtual, bukan sekadar uang digital, yang dapat dipercaya secara global tanpa melalui perantaraan pihak ketiga, seperti bank.

Vinsensius mengajak segenap warga Medan untuk mengikuti acara yang bertajuk “Medan Bitcoin Meet-up Part III” tersebut pada tanggal 1 Juli 2017 di SayaKafe Jalan Setia Budi Medan. Pada acara tersebut, peserta dapat memahami secara mendasar apa itu bitcoin dan bagaimana blockchain, sebagai basis teknologinya memiliki potensi lain di masa depan, tidak hanya pada aset uang, tetapi bentuk penerapan praktis lainnya, seperti e-voting, dan lain sebagainya.

“Acara ini adalah murni edukasi kepada warga, agar mereka lebih melek dan tidak tersesat di masa depan,” kata Vinsensius.

Acara ini menghadirkan Dimaz Ankaa Wijaya sebagai keynote speaker secara jarak jauh. Dimaz adalah peneliti MUV dan blockchain yang saat ini sedang menempuh studi doktoral di MUV di Monash University, Australia. Selepas mengambil master bidang yang sama, ia menulis dua buku elektronik, yaitu Mengenal Bitcoin & Cryptocurrency (2015) dan Bitcoin Tingkat Lanjut (2016). [KM-02]

Untuk pendaftaran acara ini, silahkan hubungi Vinsensius Sitepu melalui Whatsapp: 081360933347. Peserta tidak dipungut biaya apapun alias gratis.

Komentar Kamu

LEAVE A REPLY