Tanjungbalai Krisis Air Bersih, Warga Mengeluh

TANJUNGBALAI, KabarMedan.com | Warga Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, mengeluh sulitnya mendapatkan air bersih dalam tiga hari terakhir. Kebutuhan air bagi masyarakat terganggu akibat suplai dari perusahan air minum setempat tidak lancar hingga Sabtu (18/7/2015).

“Kalaupun hidup hanya sebentar dan tidak memenuhi bak. Itupun kualitasnya tidak baik, keruh dan terasa payau,” kata Indra (37), warga Jalan Anwar Indris, jalan Pahlawan, Kelurahan Tanjungbalai Kota Dua, Kota Tanjungbalai.

Krisis air bersih terjadi sejak akhir bulan puasa hingga berlarut di lebaran kedua. Sejumlah warga juga mengaku kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seperti, kebutuhan air minum, memasak, mencuci, mandi, bahkan untuk beribadah.

Baca Juga:  Puluhan Mahasiswa FDK UINSU Gelar Aksi, Desak Pembekuan Ormawa dan Penelusuran Calo Beasiswa KIP

Kelangkaan air bersih dirasakan di sejumlah kawasan kota tersebut. Mulai dari Kecamatan Datuk Bandar, Kecamatan Tanjungbalai Selatan dan Utara, Sei Tualang Raso, hingga Kecamatan Teluk Nibung.

Menurut Zulham (36), warga Jalan Anwar Idris, Kecamatan Datukbandar, selain pengaruh kemarau, krisis air diduga kuat karena pelayanan perusahaan air PDAM Tirta Kualo yang sangat buruk.

“Tanyakan saja ke warga-warga setempat. Pasti tidak ada mengatakan baik soal pelayanan perusahaan (PDAM Tirta Kualo) itu. Malah rekening air kami semakin naik tanpa dibarengi pelayanan yang baik,” ujar Zulham.

Hal senada dikatakan Delvi (25), warga Jalan Sipori-pori, Kecamatan Teluk Nibung. Warga disekitar lingkungannya hanya bisa memperoleh air dari sungai Asahan yang sudah tercemar dipakai untuk mandi. Menurutnya, air sungai yang tercemar oleh limbah perusahaan dan minyak-minyak tumpah dari boat-boat ikan, malah lebih baik ketimbang air pam.

Baca Juga:  Darma Wijaya Kunjungi Korban Kebakaran di Teluk Mengkudu, Sampaikan Dukungan Moral dan Bantuan

“Kalau air mati, kami terpaksa mandi di sungai yang airnya ada tumpahan minyak boat. Air sungai itu malah lebih baik dari air pam,” tukas Delvi.

Untuk kebutuhan air, warga setempat terpaksa menggunakan air galon kemasan yang dijual. Warga berharap, pemerintah setempat diminta secepat mungkin mengatasi krisis air tersebut. [KM-01]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.