1 Jam Hisap Shisha, Sama Bahayanya Hisap 100 Batang Rokok

KABAR MEDAN | Menghisap hubbly-bubbly, hookah atau shisha yang merupakan tembakau beraroma buah-buahan saat ini menjadi menjadi tren di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Namun, perlu anda ketahui bahaya menghisap shisha tersebut.

WHO menyatakan, 1 jam menghisap shisha sama bahayanya dengan menghisap 100 batang rokok. Hal ini karena perokok tembakau biasanya akan mengambil 8 hingga 12 embusan saat menghisap 1 batang rokok dan menghirup 0,5 sampai 0,6 liter asap.

Sedangkan, dalam satu jam menghisap shisha, perokok bisa melakukan hingga 200 kali hisapan, dengan menghirup 0,15 hingga 1 liter asap tiap hisapan. “Berkembangnya kekhawatiran pada shisha karena orang tidak sadar akan risikonya yang sama dengan merokok tembakau,” jelas Profesor Robert West, direktur studi tembakau di University College London.

Ia menekankan, semakin panjang durasi dan jumlah shisha yang dihisap, maka semakin besar pula risiko untuk kesehatan. Meski tembakau shisha rasanya lebih enak dibandingkan rokok, namun ‘rokok modern’ ini memiliki kandungan racun yang sama dengan rokok, seperti kanker paru-paru dan penyakit jantung.? Selain itu, shisha juga dapat menyebabkan masalah pernapasan, kanker mulut, serta masalah pada kehamilan.

“Asap dari tembakau mengandung sejumlah karsinogen yang merusak DNA dalam sel. Hanya satu sel yang rusak dapat membelah dan berkembang biak tak terkendali dan cukup cepat berkembang menjadi tumor besar. Inilah yang menyebabkan kanker paru-paru,” paparnya.

Banyak penggemar yang mengklaim shisha lebih aman karena asap melewati air sehingga sebagian besar bahan kimianya akan diserap. Namun hingga sekarang tidak ada bukti yang mendukung teori tersebut.

Selain risiko yang diperoleh karena kandungan tembakaunya, merokok shisha juga memiliki bahaya lain yaitu peningkatan risiko penularan penyakit seperti tuberkulosis (TB) dan hepatitis. Hal ini karena pipa shisha yang dapat dihisap oleh bergantian orang. [KM-03/Int]

 

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.