MEDAN, KabarMedan.com | Sebanyak 13.002 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan pemilihan umum (pemilu) 2019. Dua pertiganya merupakan perbantuan dari TNI.
” Ada 13.002 personel gabungan yang dikerahkan. Kegiatan ini merupakan komitmen bersama TNI-Polri untuk mensukseskan jalannya tahapan Pemilu 2019,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto pada apel pasukan Operasi Mantap Brata Toba 2019 dalam rangka kesiapan Pileg dan Pilpres 2019 di Lapangan Benteng Medan, Jumat (22/3/2019).
Agus menegaskan, pihaknya akan bersama-sama melakukan upaya meluruskan berita berita yang tidak benar, sehingga masyarakat tidak saling benci, saling bermusuhan, yang pada akhirnya akan mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.
“Keamanan adalah merupakan kebutuhan semua warga masyarakat Sumatera Utara. Kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ucapnya.
Agus menyampaikan, keamanan dan ketertiban bukan hanya untuk satu atau dua golongan, namun dilakukan kepada seluruh warga Sumatera Utara.
“Sinergitas kita sekalian sangat dibutuhkan. Oleh karena itu apa yang digelar dan diprakarsai mudah-mudahan memberikan semangat kepada kita sekalian,” cetusnya.
Agus menjelaskan, pola pengamanan sendiri tergantung dari karakteristik daerah. Sebab, kata Agus, setiap daerah memiliki tingkat kerawanan sendiri.
“Namun demikian semua daerah yang akan menyelenggarakan Pemilu akan mendapat atensi khusus,” ungkapnya.
Sementara itu, Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilla mengatakan, khusus untuk Sumatera Utara pihaknya memperbantukan 9 ribu pasukan. Namun jumlah itu bisa saja bertambah jika Polda Sumatera Utara memerlukan tambahan.
“Prinsipnya kita siap mendukung Polda Sumut untuk menciptakan proses Pileg dan Pilpres sampai selesai,” sebutnya.
Mantan Kapus Penkum Mabes TNI itu juga mengatakan,agar Pemilu 2019 berlangsung aman, nyaman dan tertin serta Luber tidak bisa hanya melibatkan personil TNI dan Polri saja. Menurutnya, semua pihak turut bertanggungjawab mensukseskan pesta demokrasi ini.
“Tidak hanya TNI dan Polri, semua komponen masyarakat termasuk media harus mensukseskannya,” pungkasnya. [KM-03]














