2.200 TKI Segera Masuk Sumut, Daerah Pesisir Diminta Bersiap

MEDAN, KabarMedan.com | Sedikitnya 2.200 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia akan masuk ke Sumut.

Untuk itu, kabupaten/kota yang berada di pantai timur seperti Batubara, Asahan dan Tanjungbalai diminta melakukan persiapan penanganannya, terutama untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19.

Demikian dikatakan Sekda Provinsi Sumut, R Sabrina dalam rapat melalui video conference bersama para Sekda kabupaten/kota se-Sumut, Selasa (5/5/2020).

“Tak lama lagi akan masuk 2.200 TKI kita, baik itu yang resmi maupun secara ilegal. Saya harapkan seluruh kabupaten/kota di Sumut yang memiliki pelabuhan agar melakukan persiapan, mulai dari protokol kesehatan hingga persiapan tempat karantina sementara,” katanya.

Baca Juga:  Toba Caldera Culture Festival 2026 Hadirkan Kompetisi Paduan Suara Internasional

Ia menjelaskan, setiap TKI yang masuk harus melalui prosedur protokol kesehatan penanganan COVID-19, termasuk pemeriksaan dengan menggunakan rapid test.

Jika ada yang positif akan langsung dibawa ke rumah sakit rujukan dan yang negatif dibawa ke rumah karantina.

“Untuk alat transportasi dari pelabuhan menuju rumah karantina, busnya harus sudah dilakukan sterilisasi dengan disinfektan,” ujarnya.

Selain itu, para TKI perlu didata sebelum dikembalikan ke daerah masing-masing. Terlebih yang masuk bukan hanya berasal dari Sumut, melainkan juga ada yang berasal dari luar Sumut, seperti dari Pulau Jawa, Bali hingga Kalimantan.

Baca Juga:  Perbaikan Jalan Hutaimbaru-Sipiongot Mulai Berjalan, Warga Rasakan Dampak Ekonomi dan Mobilitas Meningkat

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Provinsi Sumut Harianto Butarbutar mengatakan, selain 2.200 TKI yang akan masuk, sudah 3.100 TKI yang masuk di Sumut. Sekitar 800 orang di antaranya berasal dari luar Sumut.

“Karena tidak bisa menggunakan fasilitas pesawat terbang lagi, TKI masuk melalui jalur laut, mendarat di Serdangbedagai, Langkat, Batubara, Asahan, Deli Serdang dan Tanjungbalai,” pungkasnya. [KM-03]