281,7 Ton Cengkih Sumatera Utara Diekspor ke 11 Negara di 6 Benua

MEDAN, KabarMedan.com | Sebanyak 11 negara dari Malaysia hingga Israel menjadi tujuan ekspor 281,7 ton cengkih (Syzigium aromaticum) Sumatera Utara.

Ekspor senilai Rp 25 miliar dengan 37 kali pengiriman tersebut, difasillitasi Balai Besar Karantina Pertanian Belawan.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Tumbuhan Karantina Pertanian Belawan, Nurdin Kamil, Senin (15/6/2020).

Ia menjelaskan, 11 negara tersebut ada di 6 benua, yaitu Kuwait, Belanda, Malaysia, Israel, Maroko, India, Costarica, Finlandia, Cyprus, Jordan, dan Peru.

“Cengkih yang diekspor sudah melalui tahap pemeriksaan oleh pejabat Karantina Pertanian Belawan dan bebas dari OPTK (Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina) sesuai dengan permintaan negara tujuan,” katanya.

Ia mengungkapkan, nilai ekspor hingga Juni 2020 lebih tinggi dibandingkan setahun sebelumnya.

Baca Juga:  Sanggar Belajar Umi Yati Gelar Rangkaian Acara Meriahkan 1 Muharram 1446 Hijriah

Dari data yang diperoleh, tahun ini volume ekspor sebanyak 281,714 ton dengan 37 kali pengiriman, nilainya mencapai Rp 25.159.335.992. Cengkeh tersebut diekspor oleh 17 perusahaan.

“Tahun 2019 ada 41 pengiriman dengan volume 390,79 ton, nilainya Rp 21.736.800.000 oleh 13 perusahaan,” ujarnya.

Untuk diketahui, di negara tujuan cengkih diolah menjadi obat-obatan, saus kue, minyak cengkih, pelezar aroma masakan, dan campuran kosmetik atau sebagai minyak atsiri yang memiliki wangi atau keharuman yang sangat khas.

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan, Hasrul mengatakan, komoditas ekspor dari hasil tanaman perkebunan asal Sumatra Utara sangat banyak.

Baca Juga:  Sanggar Belajar Umi Yati Gelar Rangkaian Acara Meriahkan 1 Muharram 1446 Hijriah

Cengkih adalah salah satunya. Pihaknya juga akan terus mendorong tumbuhnya eksportir eksportir muda dengan memfasilitasi kelancaran ekspornya.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementrian Pertanian RI, Ali Jamil mengatakan, percepatan ekspor, dilakukan dengan pelayanan “One Click One Go” serta Pojok Ekspor Belawan.

“Alhamdulilah, di tengah new normal, kinerja ekspor pertanian tetap bisa dipertahankan bahkan meningkat. Saatnya sektor pertanian bekerja dengan cara yang tidak biasa, tidak boleh berhenti dan terus berproduksi. kinerja ekspor bisa terus meningkat sesuai target Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks),” pungkasnya.[KM-05]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.