Dampak Virus Corona, UNESCO Tunda Umumkan Status Kaldera Toba Menjadi Global Geopark

Danau Toba. Foto: Tempo

MEDAN, KabarMedan.com | Jadwal penetapan status Geopark Kaldera menjadi Global Geopark oleh UNESCO terpaksa ditunda.

Hal ini merupakan dampak dari wabah virus corona atau Covid-19 yang ditetapkan WHO sebagai pandemi global.

Penundaan berdasarkan jawaban informasi yang diterima Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba (BP-GKT) melalui email yang disampaikan Krist of Vandenberghe, Chief of Earth Sciences and Geo-Hazards Risk Reduction Section UNESCO Global Geoparks Secretariat.

“Seharusnya disampaikan pada sidang pleno ke-209 yang digelar UNESCO pada April 2020. Rapat pertemuan ditunda sebagai antisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19,” kata General Manager Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba, Wan Hidayati dalam keterangannya, Selasa (17/3/2020).

Baca Juga:  Bobby Nasution Hadiri Peresmian 1.151 KM Jalan Inpres, Empat Ruas di Sumut Turut Diresmikan

Ia menjelaskan, rencana penyerahan plakat UNESCO Global Geopark kepada Kaldera Toba sejauh ini masih on schedule di Jeju, Korea Selatan pada September 2020.

Pernyataan itu sebagai penguatan jawaban terhadap antusias masyarakat yang telah menunggu kepastian dan perkembangan status Geopark Kaldera Toba.

Baca Juga:  Puluhan Tahun Rusak, Jalan Strategis di Labuhanbatu Akhirnya Diperbaiki dan Diperlebar

“Kita tegaskan, rencana April 2020 pengukuhan dan tandatangan sertifikat Geopark Kaldera Toba tertunda atas dampak kebijakan antisipasi penyebaran virus corona COVID-19,” ujarnya didampingi Wakil GM BP-GKT, Gagarin Sembiring dan admin website/IT BP-GKT, Naomi Anggi Ketaren.

Sebelumnya, sejumlah komentar dan tanggapan banyak disampaikan pihak-pihak yang meyakini status Geopark Kaldera Toba diumumkan UNESCO pada April 2020. [KM-03]