MEDAN, KabarMedan.com | Dinas Kesehatan Sumatera Utara menilai, secara epidemiologi diperkirakan dalam 2 minggu ke depan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) suspect virus corona atau Covid-19 akan terus bertambah.
Pasalnya, ODP yang sebelumnya diminta secara sukarela tetap tinggal di rumah tidak terlalu patuh. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Alwi Mujahit Hasibuan, Kamis (19/3/2020).
“Kemarin ODP yang kita minta secara sukarela untuk tetap tinggal di rumah tidak terlalu patuh. Akibatnya terjadilah seperti yang sekarang ini,” katanya.
Jika gagal dalam memutus rantai penularan, katanya, maka setelah 2 minggu ke depan akan ada 2 minggu lagi peningkatan. Dirinya pun mengajak secara bersama dan serius menyikapi wabah virus corona ini, karena tidak bisa diselesaikan sendiri.
“Jika tidak bisa atau gagal memutus rantai penularannya, mungkin akan terjadi peningkatan quantum, lompatan ini nanti,” ujarnya.
Ia mengaku, untuk dapat memutus rantai penularannya, harus dengan social distancing atau mengatur jarak sehingga tidak terkena.
“Kita sedang siapkan rapid test terhadap ODP, sehingga dapat kita ketahui secara dini mana yang positif dan negatif,” jelasnya.
Pihaknya juga sudah memesan 1.000 rapid test dan 1.000 liter hand sanitizer. Untuk membuat hand sanitizer, katanya, pihaknya bekerjasama dengan fakultas farmasi dan fakultas teknik kimia USU.
“Saat ini sudah ada 5 liter dan dalam waktu dekat pesanan kita 1.000 liter akan datang. Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan dapat menghubungi Gugus Tugas yang sudah dibentuk,” pungkasnya. [KM-03]














