MEDAN, KabarMedan.com | Jumlah pasien positif Covid-19 di Sumatera Utara mencapai 46 orang, dimana 5 diantaranya yang meninggal dunia.
Hal ini dikatakan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara, dr. Aris Yudhariansyah dalam keterangan di Akun Youtube Humas Sumut, Sabtu sore (4/4/2020).
Ia menjelaskan, dari 5 orang terdapat 4 orang positif Covid-19 berdasarkan pemeriksaan swab dan 1 orang berdasarkan hasil pemeriksaan rapid test.
“Pasien positif 46 orang, dengan keterangan meninggal 5 orang. 4 hasil pemeriksaan swab, 1 hasil pemeriksaan rapid test,” katanya.
Ia mengatakan, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih dalam perawatan sebanyak 117 orang.
“Kami mendapat informasi terbaru, saat ini, ada 1 orang penderita terkonfirmasi Covid-19 dinyatakan sembuh,” ujarnya.
Atas nama Pemerintah, katanya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 turut berduka cita atas korban yang meninggal baik dari masyarakat dan tenaga medis dalam menjalankan tugas.
“Sekaligus mestinya menjadi dorongan yang kuat bagi kita sekalian untuk bertekad memutuskan rantai penyebaran penyakit ini sehingga kita dengan waktu yang tidak terlalu lama menghentikan penyebaran ini,” jelasnya.
Aris menambahkan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sudah memetakan daerah-daerah yang masuk kategori zona merah, kuning dan biru.
“Zona merah ada di Medan, Deli Serdang, dan Tanjungbalai. Hal tersebut berkaitan dengan kepadatan penduduk, dan mobilitas mayarakatnya yang tinggi,” katanya.
Ketiganya juga menjadi pintu masuk dari luar Provinsi, bahkan dari negara lain di berada di sekitar Indonesia.
Sementara zona kuning adalah daerah yang menjadi pintu masuk dari daerah lain, dan biru tidak terlalu berbahaya. Namun, Aris tidak merinci secara detail daerah-daerah mana yang masuk kategori kuning dan biru.
“Gambaran ini menunjukkan bahwa proses penularan diluar masih berlangsung. Pertimbangkan kembali kalau akan bepergian. Kami sarankan untuk tidak bepergian. Tempat paling aman adalah bersama keluarga,” jelasnya.
Apalagi dilihat dari data, kasus ini semakin bertambah panjang.
“Karena itu, lindungi orang tua, lindungi orang dengan riwayat penyakit kronis karena mereka paling rentan manakala terinfeksi Covid-19,” pungkasnya. [KM-05]














