DELI SERDANG, KabarMedan.com | Tidak sekadar berbuat dan bertindak untuk menerangi negeri, jajaran PT PLN (Persero) juga tak mengenyampingkan keberadaan mereka sebagai makhluk sosial yang juga memiliki tanggungjawab terhadap sesama.
Kepedulian itu yang kembali ditunjukkan Yayasan Baitul Maal Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (YBM UIKSBU) melakukan bedah rumah di Dusun 8 Namocancan, Desa Ajibaho, Kecamatan Sibiru-biru, Deli Serdang.
Sasaran YBM PLN UIKSBU kali ini adalah rumah papan dengan kondisi memprihatinkan dan tak layak huni, yang berdiri di atas pertapakan 3×7 meter yang selama ini nyemper disisi rumah warga lain.
Rumah itu adalah milik Nur, nenek berusia 65 tahun yang hidup bersama 3 orang anaknya. Setelah melewati proses renovasi selama sepekan, rumah itu kini akhirnya layak huni.
Sebagai tanda selesainya pembangunan rumah itu, pihak manajemen PLN UIKSBU yang diwakili Asisten Manager Sekretariat dan Umum Azhari Abdul Wahab bersama pengurus YBM yang diwakili Juliadi dan Amil YBM Rb Muhammad Marhot Khoirud Zaman, secara simbolis melakukan penyerahan hunian kepada pemilik rumah yang sudah dibedah, Kamis (9/4/2020).
Meski berlangsung singkat, prosesi penyerahan rumah yang turut dihadiri Kades Ajibaho Masa Peranginangin, Babinsa Sertu Yudi Baktiar, Bhabinkamtibmas Ajibaho dari Polsek Sibiru-biru Bripda Joani Sembiring beserta sejumlah warga itu tetap berlangsung haru.
“Terima kasih kepada warga dan seluruh perangkat desa yang mendukung program ini. Biaya pembangunan ini semuanya ditanggung YBM, yang merupakan wadah bagi seluruh pegawai PLN yang Muslim untuk menyalurkan zakat sebesar 2,5 persen dari gaji pegawai setiap bulannya,” kata Azhari.
GM PLN UIKSBU Bambang Iswanto melalui Asisten Manager Sekretariat dan UmumĀ Azhari Abdul Wahab mengatakan, kegiatan yang berlangsung singkat itu sebagai bukti bahwa PLN UIKSBU tetap patuh akan aturan pemerintah dan maklumat Kapolri, untuk menghindari keramaian dan melakukan sosial atau physical distancing, guna memutus mata rantai wabah Virus Corona.
“Di tengah kegiatan sosial yang kita gelar hari ini, tentunya kita harus tetap mematuhi aturan terkait penanganan Covid-19 ini. Seperti yang kita lihat tadi, kegiatan itu hanya berlangsung sekitar 10 menit dan kita langsung membubarkan diri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelumnya tentang kondisi kediaman Nur mereka ketahui dari seorang Bidan Desa setempat bernama Febriani Salha.
“Informasi yang kita terima itu kemudian ditindaklanjuti oleh Tim YBM kami mengecek kondisi rumah, latar belakang dan alas hak pertapakan rumah. Setelah kami berkoordinasi dengan kepala desa dan dipastikan tidak ada masalah, proses pembangunan akhirnya dilakukan,” ujarnya.
Dengan menghabiskan biaya sekitar Rp15.200.000, fokus pembangunan meliputi ruangan utama rumah, lantai, dan MCK.
“Sebelumnya rumah ini semuanya menjadi satu area disitu dan berlantai tanah. Bahkan kondisi MCK nya juga sangat tidak sehat,” urainya.
“Dengan kondisinya saat ini, diharapkan bisa menjadi berkah bagi penerima dan seluruh pegawai PLN di jajaran UIK SBU,” pungkasnya. [KM-03]














