Pemprov Sumut Bangun Sentra Laboratorium PCR COVID-19

Koordinator Medis dan Paramedis Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Sumatera Utara, dr. Restuti Hidayani Saragih, Sp. PD.

MEDAN, KabarMedan.com | Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sedang dalam proses mengolah pesimen swab atau Polymerase Chain Reaction (PCR) atau sentra laboratorium
di salah satu rumah sakit di Sumut.

Dalam waktu tidak lama diagnosis akhir secara mandiri akan bisa dilakukan di Sumut. Hal ini dilakukan karena pada umumnya hasil swab harus dibawa ke Badan Penelitian Pengembangan Kementerian Kesehatan RI di Jakarta, sehingga hasilnya sering terlambat.

Demikian dikatakan Koordinator Medis dan Paramedis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara, dr. Restuti Hidayani Saragih Sp.PD dalam keterangan resminya di YouTube Humas Sumut, Jumat (10/4/2020).

Baca Juga:  Pemprov Sumut Hentikan Aktivitas Tambang Ilegal di Deliserdang dan Sergai, Pelaku Usaha Diminta Urus Izin

“Bapak Gubernur Sumatera Utara juga sudah menandatangani MoU dengan Universitas Andalas yang lebih dahulu mandiri,” katanya.

“Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama kita dapat memangkas waktu untuk datangnya hasil swab PCR yang merupakan hasil final diagnosis laboratorium, apakah PDP PDP yang kita rawat itu konfirmasi COVID-19 positif atau bukan,” ujarnya.

Ia mengapresiasi upaya seluruh tenaga medis yang berjuang menangani Covid-19. Diharapkan kepada para tenaga medis dapat terus berjuang bersama hingga pandemi tersebut hilang.

“Kami berterima kasih kepada semua tenaga medis yang bekerja menangani Covid-19. Kepada anda kami berharap dan menaruh kepercayaan yang sangat tinggi. Kami juga sampaikan hormat, mohon terus kita berupaya bersama dalam menangani dan melawan Covid-19,” jelasnya.

Baca Juga:  Bobby Nasution Hadiri Peresmian 1.151 KM Jalan Inpres, Empat Ruas di Sumut Turut Diresmikan

Restuti juga berharap agar masyarakat dapat memberikan penghormatan sebesar-besarnya bagi garda terdepan penanganan Covid-19.

Dirinya meminta agar tidak ada lagi pengucilan kepada tenaga medis yang berjuang menangani Covid-19.

“Kalau di Tiongkok mereka disambut sebagai pahlawan. Mereka disambut penghargaan tinggi sepenuhnya dengan bungkukan masyarakat di sekitarnya. Mungkin kami tidak butuh itu, tapi mohon perlakukan kami sebagai pejuang yang memperjuangkan hidup anda, semua warga yang hidup di Sumut,” pungkasnya. [KM-03]