
MEDAN, KabarMedan.com | Hasil pemeriksaan swab Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut, Syamsul Bahri Batubara yang meninggal dunia pada Rabu (25/3/2020) telah keluar.
Syamsul meninggal dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) dinyatakan positif virus corona atau COVID-19.
“Hasil swab-nya keluar kemarin dan hasilnya positif. Namanya Syamsul Bahri,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Sumatera Utara Aris Yudhariansyah, Sabtu (11/4/2020).
Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting mengaku, mengetahui informasi itu dari berita, dan belum menerima laporan resm dari Sekretaris Dewan.
“Pak Syamsul Bahri Batubara itu ketua fraksi Golkar (DPRD Sumut). Sudah meninggal beberapa Minggu yang lalu. Saya dapat beritanya tapi tak tahu informasi dari mana,” ujarnya.
Informasi meninggalnya Syamsul Bahri Batubara diketahuinya pada pagi hari. Namun karena posisi anggota DPRD Sumut berada di daerah pilihan (dapil) masing-masing, ia tidak mengarahkan kunjungan untuk melayat.
“Saya dapat dari WA, langsung dibawa ke Kisaran, Asahan, dikebumikan sama keluarga. Kami gak tau kenapa. Bapak ini sudah berumur, kurang sehat lah, setelah meninggal istrinya. Tapi kerja masih rajin kerja,” ungkapnya.
Sejak beberapa waktu lalu, katanya, pihaknya telah mengimbau agar semua anggota DPRD Sumut membatalkan semua kunjungan ke daerah, dan masing-masing memeriksakan diri untuk berjaga-jaga jika ada indikasi terkena.
“Lebih baik dari sekarang siapkan diri. Dari awal saya informasikan. Saya juga sudah periksa. Namun saya tak bisa paksakan kawan-kawan. Tapi kita imbau itu,” jelasnya.
Ia menjelaksan, anggota DPRD Sumut yang pertama terkena yakni Aulia Aqsa dan sudah sembuh. Menurutnya ada 2 orang lagi yang dirawat di Rumah Sakit Martha Friska terkait COVID-19.
“Ada dua anggota DPRD Sumut yang udah kena itu, sekarang sudah di Martha Friska. Yang saya dapat informasi itu pak Ebenezer dan istrinya,” katanya.
Ia menjelaskan, 80 persen anggota DPRD Sumut tinggal di daerah pemilihan (dapil) masing-masing.
“Kita juga minta kawan-kawan, koordinasi, istilahnya bisa membantu di daerah. Apa yang bisa kita buat sepanjang bisa menjaga diri, seperti memberikan sembako, masker dan lainnya,” pungkasnya. [KM-05]













