Sejumlah Pasien COVID-19 di RS dr. GL Tobing Dipindahkan ke RS Martha Friska

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, dr. Alwi Mujahit Hasibuan (tengah).

MEDAN, KabarMedan.com | Sejumlah pasien COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit dr. GL Tobing, Tanjung Morawa, Deli Serdang dipindahkan. Hal ini untuk mengantisipasi agar tidak ada pasien yang telantar.

“Ada 20 pasien yang sedang dirawat. 17 orang dipindahkan ke RS Martha Friska Medan, sedangkan 3 orang lagi sudah pulang ke rumah karena telah dinyatakan sembuh,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, dr. Alwi Mujahit Hasibuan, Minggu (3/5/2020).

Ia menjelaskan, Rumah Sakit dr. GL Tobing akan tetap beroperasi menangani pasien COVID-19, setelah sempat terjadi kendala mengenai tenaga medis.

“Para tenaga medis sudah berkenan bertugas kembali dan masalah ini juga sudah selesai sebenarnya. Namun informasi ini sudah merebak kemana-mana, soal PHK lah, soal insentif lah padahal itu tidak benar. Ini cuma soal fasilitas kamar yang awalnya satu kamar untuk satu orang, kini menjadi satu kamar dihuni dua orang,” bebernya.

Baca Juga:  Perbaikan Jalan Hutaimbaru-Sipiongot Mulai Berjalan, Warga Rasakan Dampak Ekonomi dan Mobilitas Meningkat

Ia mengaku, terjadi perbedaan yang signifikan terkait biaya hotel tenaga medis yang bertugas di Rumah Sakit dr. GL Tobing dengan tenaga medis yang bertugas di RS Martha Friska. Hal ini membuat terjadi kesenjangan dan dikhawatirkan menjadi masalah hukum.

“Kita sudah mengeluarkan uang Rp400 juta (untuk dua minggu) dan minggu ini tagihannya sekitar Rp530 juta, untuk biaya hotel petugas yang bertugas di RS dr. GL Tobing. Sedangkan tenaga medis yang bertugas di RS Martha Friska hanya Rp400 juta untuk satu bulan. Sudah terjadi kesenjangan yang cukup jauh dan ini perlu kita sinkronkan dan efisienkan, sehingga tidak menjadi masalah hukum belakangan,” terangnya.

Terkait persoalan tersebut, Alwi mengaku pihaknya sudah melakukan komunikasi kepada tenaga medis yang bertugas di RS dr. GL Tobing yang berjumlah 80 orang, agar bersedia menggunakan satu kamar untuk dua orang.

Baca Juga:  Arus Peti Kemas PMT Belawan dan Kuala Tanjung Tumbuh 6 Persen Hingga Mei 2026

“Saya sudah komunikasikan pada teman-teman yang bertugas. Tolonglah mohon berkenan untuk dua orang satu kamar. Nanti pun satu kamar itu akan kita bedakan jam shift tugasnya, dan satu kamar nanti akan ada dua tempat tidur yang berjarak untuk tetap menjaga physical distancing, karena di daerah lain juga sistemnya seperti itu,” jelasnya.

Ia mengatakan, para tenaga medis telah setuju dengan tawaran tersebut. Apalagi mengingat situasi seperti ini penting untuk melakukan efisiensi anggaran.

“Mereka semua setuju. Ini kan kita sedang dalam keadaan darurat, jadi semuanya harus dilakukan dengan cepat. Sembari berjalannya waktu, ada hal yang harus kita koreksi yang sesuai dengan kemampuan keuangan kita. Memang awalnya kita memfasilitasi satu kamar untuk satu orang, namun anggaranya terlalu besar untuk itu,” pungkasnya. [KM-03]