MEDAN, KabarMedan.com | Badan Koordinasi (Badko) HMI Sumut menilai, kinerja Pemprov Sumut sangat buruk dalam menanggulangi pandemi virus corona atau COVID-19.
Ketua Badko HMI Sumut, M. Alwi Hasbi Silalahi mengaku, kinerja yang sangat buruk ada pada sisi pendataan.
Padahal pendataan tersebut merupakan hal paling vital untuk membuat masyarakat dapat bertahan.
“Pemprov Sumut tidak punya data yang pasti tentang orang dalam pemantauan (ODP). Bagaimana angka penyebaran corona bisa ditekan jika kita tidak punya data siapa saja orang-orang yang berinteraksi dengan spektrum virus corona ini,” katanya dalam keterangannya, Selasa (5/5/2020).
Selain itu, Hasbi mengaku, bahwa kesalahan lebih fatal dalam persoalan pendataan yaitu Data Terpadu Kesejahteraan Sosial.
“Pada data yang ditampilkan di website Humas Pemprov terdapat 662.661 KK dari program PKH dan 662.762 dari Bantuan Sosial Tunai yang dikucurkan APBN. Tapi jumlahnya berbeda dengan yang disampaikan di website. Jumlah seharusnya 1.321.423, sementara yang ditampilkan malah 1.321.426,” ujarnya.
Untuk itu, Hasbi mengimbau masyarakat agar mulai menyalamatkan diri masing-masing, karena Pemprov Sumut dianggap tidak mampu melindungi masyarakatnya dari pandemi COVID-19.
“Saya imbau masyarakat untuk selamatkan diri masing-masing, Pemprov sudah tidak bisa lagi diharapkan,” pungkasnya. [KM-03]














