Rumah Zakat Salurkan 1.490 Paket Sembako Kepada Masyarakat

MEDAN, KabarMedan.com | Sebanyak 1.490 paket sembako telah disalurkan Rumah Zakat perwakilan Sumut hingga 14 hari Ramadhan.

Jumlah tersebut terdiri dari 80 paket sembako terdampak COVID-19, 760 paket berbagi buka puasa, 115 paket kado lebaran yatim, 400 paket bingkisan lebaran keluarga, 85 paket syiar Qur’an, 45 paket janda berdaya, dan paket Ramadhan Bebas Hutang untuk 5 orang penerima manfaat.

M. Yunus Azis, Kepala Perwakilan Rumah Zakat Sumut mengatakan, melalui program campaign Kebahagiaan Ramadhan #DimulaiDariKita, Rumah Zakat terus berupaya untuk memberikan bantuan kepada masyarakat khususnya mereka yang sangat terdampak wabah COVI-19.

“Program ini diambil bukan tanpa alasan, mengingat situasi Ramadhan kali ini masyarakat harus diuji dengan adanya wabah COVID-19,” katanya dalam keterangannya, Senin (11/5).

Baca Juga:  Arus Peti Kemas PMT Belawan dan Kuala Tanjung Tumbuh 6 Persen Hingga Mei 2026

Ia mengatakan, distribusi program sudah dilakukan sejak awal Ramadhan dan masih berlanjut hingga saat ini.

Tahun ini, katanya, Rumah Zakat menargetkan sebanyak 1 juta penerima manfaat dari program kebahagiaan mulai dari Aceh hingga Papua dan 5.000 penerima manfaat di Sumatera Utara.

Diantara ke-6 program kebahagiaan Ramadhan tersebut, ada program yang secara khusus membantu keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi, yaitu bingkisan lebaran keluarga.

Melalui program ini, Rumah Zakat mencoba untuk memberikan bantuan semaksimal mungkin kepada para keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi terutama dibulan Ramadhan ini.

Tim Rumah Zakat mengunjungi rumah Siti Aisyah dan para keluarga lainnya yang senasib. Sebanyak 40 paket bingkisan lebaran keluarga dari Rumah Zakat diberikan kepada keluarga yang juga terdampak COVID-19.

Baca Juga:  FWP Sumut Gelar Raker, Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemprov

Bagi Siti Aisyah, Ramadhan tahun ini jelas berbeda karena beliau harus berjuang lebih keras lagi untuk tetap bisa bertahan di tengah wabah corona .

Siti Aisyah, warga Jalan Manggis, Kelurahan Limau Sundai, Kota Binjai sehari-hari bekerja sebagai guru ngaji dan suaminya hanya pekerja serabutan. Sementara anaknya yang paling tua bekerja sebagai buruh.

“Sudah 3 minggu ini saya tidak mengajar lagi, sangat terasa berat untuk memenuhi kebutuhan sehari hari kami di kondisi saat ini. Apalagi suami tidak ada pemasukan juga bagi keluarga kami,” pungkasnya. [KM-03]