MEDAN, KabarMedan.com | Suasana di stasiun bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Medan kembali beroperasi.
Sejumlah penumpang tampak menunggu keberangkatan menuju sejumlah daerah dari Sumatera hingga Jawa.
Penumpang tetap diwajibkan menjalankan protokol kesehatan selama dalam perjalanan. Di stasiun bus ALS di Jalan Sisingamangaraja, keriuhan mulai terlihat sejak Rabu (10/6/2020).
Seorang sekuriti yang menjaga loket, I. Panjaitan tampak sibuk membuka dan menutup pintu kaca.
Setiap orang yang akan memasuki ruangan, diarahkan terlebih dahulu mencuci tangan. Selanjutnya, ia mengecek suhu tubuh penumpang menggunakan thermometer infra merah.
Ia mengaku, keramaian penumpang sudah terlihat sejak hari Senin (8/6). Namun, keramaian itu tidak seperti biasanya. Keramaian penumpang tahun ini sangat jauh lebih sedikit dibandingkan tahun lalu.
Hal tersebut dikarenakan mewabahnya COVID-19. Bahkan, sejak Maret hingga April pernah tidak ada penumpang sama sekali.
“Sekarang sudah mulai ramai. Tapi beda dari yang dulu karena Corona ini lah,” katanya.
Direktur Utama PT ALS, Chandra Lubis mengatakan, kembali bergeliatnya aktifitas penumpang dimulai setelah pihaknya menerima surat dari kementrian perhubungan pada Sabtu (6/6).
Dalam surat tersebut, katanya, transportasi penumpang sudah diperbolehkan beroperasi namun dengan tetap mematuhi protokol kesehatan sebagaimana yang sudah diatur oleh Gugus Tugas Percepatan Penangana COVID-19.
“Semua sudah diatur Gugus Tugas tetap dilaksanakan sesuai aturan yang ada. Penumpang bus isinya 50 persen. Tapi ada keputusan baru dari kementrian untuk penumpang dibolehkan 75 persen hingga di Juli nanti 85 persen,” ujarnya.
Pada saat pertama kali dibuka setelah hampir 1 bulan ditutup, belum ada penambahan penumpang secara signifikan. Hanya ada beberapa saja ke wilayah Jawa. Hal tersebut karena masyarkat belum begitu yakin dengan kondisi saat ini.
“Ada penambahan tapi belum signifikan. Dengan begini, pegawai yang sebelumnya dirumahkan dapat kembali menghidupi keluarganya,” akunya.
Saat ini ALS memiliki 300 armada. Kesemuanya memiliki rute ke Jawa dan Sumatera. Pandemi memuat ratusan armada tidak bisa berjalan. Dicontohkanya, saat ini baru 7 unit yang ke Jawa. Dari biasanya 20 unit. Untuk yang di Sumatera, baru 4 unit, dari biasanya 8 unit.
Begitu halnya dengan armada yang menuju Bandara Internasional Kuala Namu, Deli Serdang.
“Ada 18 yang ke bandara. Dari Ringroad ada 8 unit, Binjai 10 unit. Tapi baru 2 yang jalan dari Binjai dan Ringroad. Itupun jumlah penumpangnya belum mencukupi,” ungkapnya.
Suasana sedikit berbeda di stasiun bus Makmur yang berada tak jauh dari stasiun bus ALS.
Tampak beberapa orang menyusun barang-barang di bagian atas bus yang panjangnya lebih dari 10 meter itu. Hanya beberapa penumpang yang sudah bersiap diri untuk berangkat menuju Padang. [KM-05]














