
MEDAN, KabarMedan.com | Sebanyak 5.000 buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Sumatera Utara dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumatera Utara, akan turun ke jalan memperingati Hari Buruh Internasional atau Mayday pada 1 Mei 2015.
“Buruh yang akan melakukan aksi unjuk rasa berasal dari Medan, Deli Serdang, dan Serdang Bedagai. Tujuan kita adalah Kantor Gubernur Sumatera Utara, Kantor DPRD Sumatera Utara, dan Kantor Walikota Medan,” kata Ketua KSPI Sumatera Utara, Minggu Saragih, Selasa (28/4/2015).
Dalam aksinya, para buruh akan menolak rencana pemerintah yang akan menaikkan upah buruh dalam 2 tahun sekali atau sampai 5 tahun sekali.
“Naikkan upah buruh sebesar 50 persen atau dengan 84 item KHL, jalankan jaminan pensiun buruh per 1 Juli 2015 dengan manfaat bulanan 75 persen dari upah sebulan dengan iuran 12 persen dimana 9 persen ditanggung oleh pengusaha dan 3 persen ditanggung oleh pekerja,” kata Minggu.
Selain itu, buruh juga menolak liberalisasi harga BBM, gas dan listrik.
“Berikan jaminan ketersediaan energi di Sumut, hentikan krisis energi listrik di Sumut,” katanya.
Tuntutan lainnya, sebut Minggu Saragih, buruh meminta kepada pemerintah untuk menurunkan harga sembako, berikan rumah murah untuk buruh sebagai hak milik dengan limitasi kredit 20 – 25 tahun, dan sediakan transportasi gratis bagi buruh.
Aksi yang dilakukan buruh KSPI dan FSPMI Sumut ini, juga berlangsung secara serentak di seluruh Indonesia.
Usai melakukan aksi di Kota Medan, kata Minggu Saragih, buruh KSPI dan FSPMI Sumut akan kembali ke Tanjung Morawa menuju Lapangan Sepak Bola Garuda Sakti di Jalan Sei Belumai, Tanjung Morawa untuk menyaksikan final sepak bola antar PUK FSPMI se-Sumut memperebutkan Piala DPW FSPMI Sumut.
“Juga akan dilakukan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan bagi buruh di Sumatera Utara,” pungkas Minggu. [KM-03]













