Edy Rahmayadi Datangkan 5 Unit Mobil PCR untuk Sekat Zona Merah COVID-19 di Sumut

MEDAN, KabarMedan.com | Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyebut, akan ada 5 mobil PCR yang datang dari Jakarta ke Provinsi yang dipimpinnya sejak 2018.

“Nanti itu tergantung keputusan Kabupaten masing-masing. Dari segi kualitas kendaraan ini untuk PCR. Yang pastinya gugus tugas dalam waktu dekat akan ada 5 mobil PCR datang itu melakukan penyekatan-penyekatan, contoh di Kota Medan,” katanya ketika ditanya apakah pihaknya akan mendorong Kabupaten/Kota lain yang menjadi zona merah COVID-19.

Menurutnya, Kota Medan memiliki 21 Kecamatan dan ada 5 Kecamatan yang menyumbang sampa 3.600 yang terpapar dan akan disekat.

Orang-orang yang diketahui sebagai kontak erat dengan pasien positif COVID-19 akan dilakukan pemeriksaan oleh mobil PCR.

“Untuk daerah-daerah efektif kah, itu yang tahu adalah masing-masing Kabupaten. Tapi saat berbeda dia konteksnya. Untuk itu percayakan Bupati dan Wali Kota untuk masing-masing mengendalikan kondisi COVID-19,” katanya saat melepas mobil PCR Kabupaten Batubara di rumah dinas Gubernur di Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (23/9).

Baca Juga:  Pelayanan Kesehatan Masyarakat Sumut Naik Kelas, Umur Harapan Hidup Meningkat

Edy menambahkan, di Sumatera Utara, ada beberapa Kabupaten yang karena letak geografisnya menjadi persinggahan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia, yakni Batubara, Asahan dan Tanjung Balai.

“Untuk itu dalam waktu 7x 24 jam saya tadi sudah perintahkan, saya akan letakkan mobil PCR. Saya punya 3 saat ini baru dikirim dari Jakarta. Satu saya taruh di Nias, Batubara dan Padangsidimpuan untuk melakukan penyeketan-penyekatan tersebut,” katanya

Mobil PCR tersebut, kata dia mampu memeriksa 99 sampel namun jika bekerja terus dengan baik, dapat mencapai 240 sampel yang bisa di deteksi.

Baca Juga:  Peringatan Hari Lahir Pancasila, Bobby Nasution Tegaskan Pancasila Jadi Jawaban Tantangan Global

“Sosialisasikan ini, begitu sulit. Saat ini sudah ada 11 PCR dan sudah mampu melakukan sampai 3.000, melakukan pengecekan sampel, tracing, yang dilakukan oleh Satgas yang di sini,” katanya

Dia berharap dapat melakukan penyekatan-penyekatan karena yang terbesar adalah Kota Medan, dengan angka 5.400 yang terpapar.

Di Simalungun, hampir 1.000, Tebingtinggi, lebih dari 1.000. Sehingga saat ini di Sumatera Utara sudah ada lebih dari 6.000 yang terkonfirmasi positif COVID-19.

“Yang menurun bukan berarti selesai, tapi harus informasikan ke masyarakat luas yang paling baik adalah tetap melakukan disiplin protokol kesehatan. Obat satu-satunya saat ini yang paling manjur adalah gunakan masker, atur jarak dan cuci tangan dengan deterjen,” tegasnya. [KM-05]