
MEDAN, KabarMedan.com | Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sumatera Utara (Sumut), Nawal Lubis dianugerahi gelar ‘Bunda Permainan Tradisional’ oleh Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional (KPOTI) Sumut.
Nawal dinilai memiliki kepedulian yang tinggi terhadap budaya nusantara melalui permainan rakyat dan olahraga tradisional.
Pemberian gelar ini ditandai dengan pemakaian kain ulos kepada Nawal Lubis oleh Ketua KPOTI Sumut, Agustin Sastrawan, pada kegiatan puncak Bulan Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Sumut 2021 di Rumah Dinas Gubernur.
Dalam kesempatan ini, Nawal Lubis mengajak seluruh masyarakat agar tidak meninggalkan permainana rakyat dan olahraga tradisional.
“Sebagai aset dan kekayaan bangsa, permainan rakyat dan olahraga tradisional ini perlu kita jaga dan terus lestarikan. Jangan sampai hilang ditelan masa, saat ini permainan rakyat dan tradisional bersaing dengan permainan yang lebih modern,” papar Nawal.
Istri dari Gubernur Sumatera Utara ini berharap agar permainan rakyat dan olahraga tradisional memiliki payung hukum yang kuat agar dapat tetap lestari.
Salah satunya dengan cara mendaftarkannya sebagai hak kekayaan intelektual.
“Kenalkan kembali aset ini pada generasi muda, agar tumbuh karakter Indonesia yang cinta tanah air dan bangsa,” kata Nawal.
Ketua KPOTI Sumut, Agustin Sastrawan mengatakan semua orang wajib menjaga ketahanan budaya.
Salah satunya dengan melestarikan permainan rakyat dan olahraga tradisional.
Sumut sendiri memiliki banyak permainan rakyat dan olahraga tradisional yang mencapai hampir lebih dari dua ribu jenis.
Saat ini, anak-anak banyak terpengaruh dengan permainan yang memiliki pengaruh kurang baik. Ia mencontohkan, misalnya seperti PUBG, Mobile Legend dan lainnya yang tidak lebih baik dari permainan rakyat dan olaharaga tradisional yang ada.
“Banyak yang tidak menyadari kekayaan alam yang besar, Sumut memiliki potensi yang besar sekali untuk menciptakan sesuatu yang baru,” katanya.
Agustin menyampaikan, KPOTI Sumut akan membentuk 250 Desa Pangkalan Olahraga Tradisional di lima zona yaitu Deliserdang, Langkat, Padangsidimpuan, Toba dan Labuhanbatu. Pembentukan ini akan melibatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.
Pangkalan olahraga ini fungsinya untuk pendataan, penggalian hingga pelestarian permainan rakyat dan olahraga tradisional.
Selain itu juga akan berfungsi sebagai tempat pembinaan bagi masyarakat. [KM-07]














