
MEDAN, KabarMedan.com | Perkembangan kasus Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dalam dua pekan terakhir terus membaik.
Hal ini terlihat dari menurunnya jumlah kasus konfirmasi positif, berkurangnya kasus aktif dan meningkatnya jumlah kesembuhan.
Hal ini disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah saat mengikuti secara virtual Rapat Koordinasi (Rakor) Monitoring dan Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Luar Jawa Bali yang dipimpin Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto.
Dalam Rakor tersebut, Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck melaporkan, situasi PPKM di Sumut.
Perkembangan kasus Covid-19 dalam dua pekan terakhir mulai 21 Agustus sampai 4 September, mengalami perbaikan.
“Situasi Covid-19 di Sumatera Utara mengalami penurunan selama dua minggu terakhir,” jelas Ijeck, selasa (7/9).
Wagub Sumut menjelaskan, pertambahan jumlah kasus positif dua pekan terakhir lebih kecil 6.867 kasus (-39,0%) dibanding pertambahan jumlah kasus positif dua pekan sebelumnya (dari 17.623 kasus/dua pekan menjadi 10.756 kasus/dua pekan).
Dalam dua pekan terakhir, spesimen yang diperiksa (PCR dan antigen) bertambah menjadi 143.876 spesimen, meningkat 13,9 persen dari dua pekan sebelumnya.
Positivity Rate Sumut tercatat 8,39 persen, menurun 0,13 persen dari dua pekan sebelumnya (8,51 persen menjadi 8,39 persen).
Dalam penanganan Covid-19 di Sumut berfokus dalam beberapa hal di antaranya, pengendalian mobilitas penduduk, meningkatkan 3T (testing, treament, tracing), memaksimalkan isolasi terpadu, dan mengoptimalkan vaksinasi.
Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) menjelaskan, secara umum situasi pandemi di Luar Jawa-Bali menunjukan terjadinya perbaikan.
“Level Asesmen Situasi Pandemi di Luar Jawa-Bali, dari minggu ke minggu menunjukan hal positif, terjadi penurunan Level PPKM di berbagai provinsi di Luar Jawa Bali,” ujar Airlangga.
Pada tinggkat provinsi, dijelaskannya, sejak 13 Agustus, terjadi penurunan yakni 11 provinsi yang berstatus PPKM Level 4 (data 13 Agustus) menjadi dua provinsi berstatus Level 4 ( data per 3 September).
Pada tingkat kabupaten/kota, terjadi penurunan dari 132 kabupaten/kota berstatus PPKM Level 4, turun menjadi 48 kabupaten/kota berstatus PPKM Level 4.
Dari 34 kabupaten/kota yang menerapkan PPKM Level 4 di Luar Jawa Bali terjadi perbaikan level asesmen. Sebanyak 19 kabupaten/kota mengalami penurunan dari Level 4 menjadi Level 3 dan 2.
Sementara 15 kabupaten/kota lainnya masih dalam Level 4 namun indikator penanganan Covid-19 menunjukan perbaikan.
Airlangga meminta, seluruh kepala daerah beserta unsur Forkompimda agar terus bekerja sama dalam menurunkan penurunan jumlah kasus dan menekan laju Covid-19. [KM-07]














