
MEDAN, KabarMedan.com | Sebanyak 20 orang pelaku UMKM dari berbagai jenis usaha diberikan langsung bantuan uang tunai sebesar 1,2 juta rupiah di Mapolrestabes Medan.
Salah satu UMKM yang menerima bantuan adalah Ibu Leli pedagang ayam geprek. Ia mengaku sejak pandemi covid-19 melanda Indonesia, khususnya Medan, usaha yang dikelolanya mengalami penyusutan keuntungan.
Ditambah lagi dengan diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Medan, bisnis yang tengah dirintisnya nyaris bangkrut.
“Saya buka usaha dekat daerah perkantoran dan pelanggannya banyak dari ornag kantor Pak. Jadi, sejak pandemi ini omset saya turun drastis. Biasanya satu hari bisa laku 30 sampai 50 kilo ayam geprek, tapi sekarang paling hanya bisa jual lima kilo saja,” ungkap Bu Leli kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Jumat (10/9/2021).
Dedek pedagang ayam penyet juga mengutarakan hal yang senada dengan Bu Leli. Ia juga mengalami penurunan penjualan yang cukup drastis di masa pandemi Covid-19 ini.
Ia berharap pemberian uang bantuan dari pemerintah ini bisa membuatnya lebih mengembangkan usaha ayam penyet miliknya.
Berbeda dengan keduanya, pedagang peyek kacang dan teri bernama Erwin mengaku penjualannya justri meningkat sejak pandemi.
Ia memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produknya. Misalnya di media sosial yang sekarang banyak dikunjungi masyarakat karena adanya PPKM dan Pandemi Covid-19.
“Alhamdulilah, pesanan peyek saya meningkat di masa pandemi ini. Dengan adanya bantuan ini saya akan dapat mengembangkan usaha peyek saya. Nanti akan saya kirim ke Ibu Menteri,” ucapnya sambil berkelakar.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, untuk program bantuan ini pemerintah telah menyediakan 1 juta paket, dengan nilai 1,2 juta rupiah per orang.
“Sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi, program pemberian bantuan ini akan melibatkan TNI dan Polri. Untuk itu nantinya operasional di lapangan akan dilakukan oleh Babinsa dan Bhabinlamtibmas,” ungkap Sri Mulyani. [KM-07]














