JAKARTA, KabarMedan.com | Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meminta perbankan dan dunia usaha untuk membantu memperbaiki perekonomian nasional.
Misalnya, perbankan diimbau agar segera melimpah kredit agar kegiatan dunia usaha bisa tumbuh kembali.
Jokowi berharap pandemi bisa dijadikan momentum oleh dunia usaha sebagai alat transformasi ekonomi Indonesia.
“Pandemi harus kita jadikan momentum transformasi ekonomi Indonesia, Kita juga akan mengembangkan ekonomi berkelanjutan yakni green economi, dan blue economy, papar Jokowi, Rabu (15/9/2021).
Menurutnya, setelah pandemi Indonesia memiliki peluang untuk tumbuh lebih tinggi.
Seperti pasar ekspor yang masih terbuka lebar. Begitu juga pemulihan ekonomi yang kini mulai terjadi pada mitra dagang Indonesia.
Menurut data, beberapa negara yang mulai pulih saat ini seperti Amerika Serikat yang tumbuh 12,2 persen, Jepang 7,6 persen serta India yang bahkan mampu mencapai angka pertumbuhan sebesar 20,1 persen.
Jokowi meminta agar pelaku usaha dapat memanfaatkan peluang ini untuk mendorong peningkatan ekspor sebanyak-banyaknya.
Pemerintah Indonesia sendiri telah mengeluarkan insentif agar dunia usaha dapat mulai bergerak kembali.
Pada tahun 2020 misalnya, Kementrian Keuangan menyalurkan sebesar 695,2 triliun rupiah untuk pemulihan ekonomi nasional.
Tahun ini, Pemerintah mengeluarkan sebesar 744,75 triliun rupiah yang disisihkan untuk dana kesehatan dan pemulihan ekonomi secara berimbang.
Presiden Jokowi juga mengapresiasi kepatuhan dunia usaha dan masyarakat dalam menjalankan kegiatannya sehingga ekonomi dapat kembali berjalan baik.
Ditambahkan Jokowi, dengan adanya reformasi struktural yang dapat memudahkan izin dalam dunia usaha, diharapkan dapat menumbuhkan investasi yang lebih tinggi di tanah air.
“Reformasi perizinan juga sudah mulai berjalan melalui online single submission (OSS) berbasis risiko. Sehingga dapat menciptakan iklim investasi yang menarik,” ujarnya. [KM-103]















