MEDAN, KabarMedan.com | Jenderal Andika Perkasa merupakan calon tunggal yang diajukan Presiden Joko Widodo untuk menjadi Panglima TNI.
Mantan pengawal Presiden Jokowi ini adalah satu-satunya kandidat Panglima TNI yang akan menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto.
Siapakah Andika Perkasa? Berikut adalah profil dan rekam jejak Andika Perkasa yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
- Keluarga
Andika Perkasa lahir di Bandung pada 21 Desember 1964. Kemudian ia menikahi Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati yang merupakan putri mantan Kepala Badan Intelijen Nasional, AM Hendropriyono.
- Pendidikan
Andika Perkasa pernah menjalani pendidikan di Negeri Paman Sam, yaitu The Military College of Vermont, Norwich University, National War College, National Defense University, serta The Trachtenberg School of Public Administration, The George Washington University.
Selain di Negeri Paman Sam, Andika Perkasa juga menjalani pendidikan militer di enam tempat yaitu Akademi Militer, Sesarcab Infateri, Pendidikan Komando, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat, Sesko TNI dan Lemhanas RI.
- Rekam Jejak Karier Militer
Sebelum menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Andika Perkasa merupakan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) pertama yang ditunjuk Jokowi dua hari setelah dia menjabat sebagai Presiden.
Andika Perkasa lahir di Bandung, Jawa Barat, 21 Desember 1964. Andika muda lulus Akademi Militer pada 1987 dan langsung bergabung dengan jajaran korps baret merah, Kopassus.
Kariernya dimulai sebagai komandan peleton hingga berangsur-angsur naik menjadi Dansub Tim 2 Detasemen 81 Kopassus (1991), Den 81 Kopassus (1995), Danden-621 Yon 52 Grup 2 Kopassus (1997), Pama Kopassus (1998), dan Pamen Kopassus (1998).
Pada 2002, Andika diangkat menjadi Danyon 32 Grup 3/Sandha Kopassus sebelum dimutasi menjadi Kepala Seksi Korem 051/WKT Kodam Jaya.
Belum genap setahun, ia dimutasi dan menjabat sebagai Pabandya A-33 Direktorat A Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.
Selama bertugas, Andika banyak menghabiskan waktunya untuk pendidikan.
Dalam kurun waktu 2003 hingga 2011, lulusan S-1 Sarjana Ekonomi dalam negeri itu berada di Washington DC, Amerika Serikat, untuk memperoleh pendidikan militer.
Pada 8 November 2013, Andika diangkat menjadi Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat dengan pangkat Brigadir Jenderal.
Setelah Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI, ia langsung bertugas sebagai komandan Paspampres dan bertugas mengawal Presiden Jokowi selama dua tahun.
Keluar dari lingkaran Istana, Andika menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer XII Tanjungpura.
Andika melanjutkan kariernya sebagai Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat.
Setelah sempat menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat, ia kemudian naik jabatan menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat dengan pangkat Jenderal. [KM-07]















