PDRI Sumut Adakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

MEDAN, KabarMedan.com | Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI) Sumut yang merupakan sayap Partai Demokrat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di kediaman Ketua PDRI Sumut di Jalan Bambu No.27 Pasar 4 Sunggal, Medan Helvetia, Selasa (2/11/2021).

Peringatan Maulid Nabi tersebut dilaksanakan bersamaan dengan penyerahan bingkisan kepada 15 anak yatim piatu dan pemberian bingkisan secara simbolis ke Rutan perempuan Tanjung Gusta Medan.

Ketua PDRI Sumut Hj Dahliana Sinulingga mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan kegiatan rutin PDRI Sumut setiap tahunnya.

Selain itu juga bertujuan untuk lebih memperkenalkan PDRI kepada masyarakat.

“Walau masih dalam situasi PPKM, kita tetap berbuat hal bermanfaat untuk masyarakat, tapi tetap mematuhi prokes. Kita kumpulkan dana dari para pengurus dan donatur agar bisa berbagai sebagai bentuk kepedulian PDRI kepada kalangan yang membutuhkan,” jelas Dahliana.

Ketua panitia Hj Syafrida Ramali Lating menuturkan, seharusnya kegiatan ini akan diadakan di Rutan perempuan Tanjung Gusta, namun karena belum mendapatkan ijin jadwal dari pihak Rutan terkait pandemi dan ketatnya aturan prokes, maka kegiatan dialihkan ke kediaman ketua PDRI Sumut.

Baca Juga:  Prajurit TNI Gugur di Lebanon Akan Dimakamkan Secara Militer di TMP Lubuk Pakam

“Rencana kita sebelumnya akan mengadakan kegiatan ini di Rutan perempuan Tanjung Gusta, sekaligus menyerahkan bingkisan untuk para sahabat perempuan kita di sana, tapi karena belum juga mendapat ijin maka kegiatan Maulid kita laksanakan di sini sekaligus mengundang para ibu pengajian dan anak yatim piatu di lingkungan ini,” jelas Syafrida Ramali Lating.

Peringatan Maulid dengan tema ‘Meneladani Kepribadian Rasulullah SAW dalam Pandangan Al Qur’an dan Sunnah’ ini mengundang Ustadzah Hj Murni Zida Siregar sebagai penceramah.

Dalam tausiyahnya, Hj Murni Zida menyampaikan sekilas tentang kesempurnaan Nabi Muhammad SAW sebagai penerima wahyu dari Allah SWT melalui malaikat Jibril.

“Nabi Muhammad SAW itu manusia paling sempurna yang diutus Allah untuk umat manusia. Nabi Muhammad adalah manusia cerdas walau tidak bisa menulis dan membaca. Kenapa Allah sengaja menciptakan Muhammad tidak bisa menulis dan membaca? Yaitu agar terjaga keshahihan isi Al Qur’an. Beliau langsung membagikan wahyu yang diterimanya kepada para sahabat, agar tidak ada kesalahan baik diucapan maupun penulisannya. Walaupun nabi Muhammad manusia biasa sama seperti kita, tapi di satu sisi Rasulullah diberi kelebihan oleh Allah dari mahluk lainnya. Dari 6666 ayat dalam Al Qur’an Nabi mampu menghafal dan menerima wahyu dari Jibril tanpa diulang, kecuali pada surah Al Iqra’ yang diulang beberapa kali, karena itu adalah ayat perintah membaca,” paparnya.

Baca Juga:  Emosi Keluarga Meledak Saat Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Nenek di Sergai

Kegiatan Maulid ini ditutup dengan doa dan penyerahan bingkisan kepada 15 anak yatim piatu serta penyerahan bingkisan secara simbolis Al Qur’an dan buku tuntutan shalat dan iqra kepada para perempuan di Rutan Tanjung Gusta Medan. [KM-07]