MEDAN, KabarMedan.com | Coca-Cola Foundation Indonesia didukung The Coca-Cola Foundation bersama USAID, PDAM dan Perkumpulan Arta Jaya mengumumkan inisiatif kerjasama untuk menyediakan akses layanan air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Medan, Sumatera Utara.
Dalam program Master Meter, sebanyak enam unit telah terpasang dan dirancang untuk menyediakan akses air minum perpipaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kelurahan Besar dan Rengas Pulau, Medan, Sumatera Utara.
Tersedianya akses air bersih yang memadai diharapkan dapat memberdayakan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di kedua daerah tersebut.
The Coca-Cola Foundation merupakan lembaga filantropi internasional The Coca-Cola Company. The Coca-Cola Foundation menyediakan pendanaan bagi inisiatif Master Meter.
Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) bekerja sama dengan USAID IUWASH PLUS dalam memantau keberhasilan program di wilayah tersebut.
Program ini berupaya meningkatkan akses air minum yang aman, sanitasi dan kebersihan bagi masyarakat yang terpinggirkan.
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengatakan akses air berkualitas merupakan kunci dari pembangunan ekonomi dan sosial suatu negara.
Edy mengaku, pihaknya sangat mendukung program Master Meter sebagai salah satu solusi untuk menjawab tantangan penyediaan fasilitas air minum perpipaan dan sanitasi yang layak bagi masyarakat, terutama untuk menjangkau mereka yang tinggal di daerah terpencil.
“Kerjasama ini dapat membantu target pemerintah dalam mendorong percepatan distribusi pemenuhan kebutuhan air bagi masyarakat di Kota Medan, sekaligus kedepannya dapat menjadi percontohan bagi wilayah lainnya,” jelas Edy Rahmayadi, Jumat (03/12/2021).
Sementara itu, President of The Coca-Cola Foundation, Saadia Madsbjerg mengatakan fasilitas Master Meter telah beroperasi penuh sejak bulan November 2021 dan akan meningkatkan akses air bersih dan fasilitas sanitasi yang layak bagi 400 rumah tangga dengan 40 persen tingkat kesejahteraan terendah di wilayah tersebut.
Jaringan perpipaan sambungan rumah sepanjang 1.679,15 meter telah terhubung ke beberapa rumah warga untuk pemenuhan kebutuhan air bersih dan air minum bagi sekitar dua ribu warga dengan biaya yang lebih rendah dan terjangkau.
“Penyediaan akses air, sanitasi dan kebersihan (WASH) merupakan tiga hal mendasar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. The Coca-Cola Foundation menganggap WASH sebagai prioritas utama untuk mendukung masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah terpencil di Indonesia. Kami bangga dapat memperluas peran kami dalam memobilisasi sumber daya dan memperkuat hubungan kami dengan para mitra,” papar Saadia Madsbjerg.
Diketahui, selama ini masyarakat yang bermukim di wilayah Kelurahan Besar dan Rengas Pulau mengalami masalah kesehatan akibat rendahnya kualitas kebersihan air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Sementara itu, warga yang sebagian besar bermata pencaharian di sektor informal seperti buruh harian, pemulung, penarik becak dan lainnya mengalami kesulitan untuk menjangkau akses instalasi jaringan perpipaan air minum yang ada saat ini dikarenakan keterbatasan ekonomi.
Ketua Pelaksana Coca-Cola Foundation Indonesia, Triyono Prijosoesilo mengaku sangat mengapresiasi upaya kerjasama antara Pemerintah, USAID, PDAM Tirtanadi, Perkumpulan Arta Jaya dan masyarakat setempat dalam mendukung upaya mendorong percepatan distribusi penyediaan akses air melalui inisiatif Master Meter.
“Melalui Program Air untuk Masyarakat (Community Water Program) dari Coca-Cola, fasilitas Master Meter diharapkan dapat meningkatkan ketahanan air masyarakat dengan menyediakan solusi perpipaan air bersih bagi warga dan juga memajukan taraf hidup mereka melalui penerapan perilaku hidup bersih,” ujarnya.
Dalam program Master Meter ini kemitraan multi-stakeholder ini dijalankan oleh Perkumpulan Arta Jaya, sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berbasis di Medan.
Sementara penyediaan dan pembangunan instalasi Master Meter dilaksanakan oleh PDAM Tirtanadi dengan dukungan penuh dari sejumlah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dalam pengelolaannya.
Bersama dengan berbagai KSM tersebut, warga akan mengelola penggunaan, pemeliharaan dan iuran rutin fasilitas Master Meter yang telah terpasang di setiap lokasi.
Direktur Utama, PDAM Tirtanadi, Kabir Bedi mengungkapkan harapannya program Master Meter dapat memberikan manfaat berupa solusi sambungan perpipaan air bersih bagi masyarakat yang bermukim di wilayah informal atau yang secara teknis tidak terjangkau oleh pelayanan sambungan perpipaan rumah reguler PDAM.
“Program ini akan memberikan dukungan teknis bagi PDAM Tirtanadi untuk pendistribusian perpipaan air minum secara lebih luas kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kelurahan Besar dan Rengas Pulau,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Environment Officer USAID Indonesia, Hung Vo memaparkan memastikan akses yang adil terhadap layanan air bersih dan sanitasi merupakan tujuan penting yang membutuhkan kontribusi dari banyak sektor.
USAID dengan bangga mendukung kerja sama penting ini melalui IUWASH PLUS. Kemitraan kami mendukung PDAM Tirtanadi, Perkumpulan Arta Jaya dan kelompok masyarakat untuk merancang dan mengimplementasikan sistem Master Meter dengan lebih baik dan memastikan bahwa sistem tersebut melayani masyarakat dengan baik.
“Bersama-sama kami membantu masyarakat rentan di Medan untuk mendapatkan akses ke fasilitas air bersih, memungkinkan mereka untuk mempraktekkan perilaku higienis yang baik, termasuk mencuci tangan dengan sabun, untuk melindungi mereka dari penyakit dan mewujudkan masyarakat yang lebih sehat untuk generasi mendatang,” tandasnya. [KM-07]















