MEDAN, KabarMedan.com | Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada tanggal 3 Desember menjadi momen untuk meningkatkan nilai inklusi pada masyarakat, dengan tema “Kepemimpinan dan Partisipasi Penyandang Disabilitas Menuju Tatanan Dunia yang Inklusif,Aksesibel dan Berkelanjutan Pasca Covid-19.”
Peringatan ini diawali pada pagi hari bertempat di rumah dinas Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi beserta ibu Nawal Lubis bersama ratusan difabel yang berasal dari beberapa SLB di Kota Medan dan Binjai.
Hadir juga Kadis Koperasi & UKM Provsu, Kadis Pendidikan Provsu, Kadis Sosial, Kadis Kesehatan, Kadis PMD dan Kadis PPPA serta GM PLN Unit Induk wilayah Sumatera Utara.
Tampak Gubernur dan ibu bernyanyi bersama para difabel. Kegiatan berlangsung santai dan penuh kekeluargaan ini diinisiasi oleh Khadijah Sharaswaty Indonesia yang didukung oleh PLN Peduli.
Setelah beramah-tamah di depan Aula Tengku Rizal Nurdin, para difabel melakukan kampanye KAMI ADA KAMI BISA di trotoar rumah dinas Gubsu.
Penyandang disabilitas tuna rungu ditemani oleh para Remaja Hebat dari Aku Hebat Klub melakukan aksi membagi souvenir kepada para pengguna jalan saat lampu merah.
Juga ada penampilan pantomim tuna rungu yang diiringi full band dan penyanyi oleh penyandang disabilitas tuna netra.
Kegiatan ini disambut positif dengan antusias masyaakat yang memberikan dukungan kepada mereka.
“Adapun kampanye di Hari Disabilitas Internasional ini sebagai peringatan untuk mempromosikan hak dan kesejahteraan para difabel. Oleh karena itu, kamii membuat tagline KAMI ADA KAMI BISA agar kita bisa menghilangkan stigma dan memberi dukungan atas hak-hak untuk meningkatkan martabat serta kesejahteraan mereka,” jelas Dewi Natadiningrat, Founder Khadijah Sharaswaty Indonesia, Minggu (05/12/2021).
Selesai berkampanye, acara dilanjutkan dengan AKSI KREASI DIFABEL HEBAT di pelataran gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu Dinas Koperasi dan UKM Sumut.
Dalam kegiatan ini ada expo produk hasil karya para difabel, selain atraksi seni antara lain menyanyi dengan full band, melukis body painting, pantomim dan bahkan ibu Gubernur didampingi para difabel berkesempatan untuk menari bersama. [KM-07]















