Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Jokowi – Ma’ruf Amin Capai 70 Persen

JAKARTA, KabarMedan.com | Charta Politika Indonesia merilis hasil survei terkait kinerja pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Hasilnya, mayoritas responden mengaku puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf.

Pada survei kali ini, sebanyak 1.200 responden diberikan pertanyaan “Bagaimana penilaian bapak/ibu/saudara terhadap kinerja pemerintahan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin, apakah sangat puas, cukup puas, kurang puas atau tidak puas sama sekali.”

Hasilnya, sebanyak 8,3 persen sangat puas dan 61,8 persen responden merasa cukup puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Artinya, ada 70,1 persen masyarakat yang menyatakan puas,” ujar Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, dilansir dari Suara.com, Senin (20/12/2021).

Baca Juga:  Electricity Connect 2026: PLN Group Teken 5 Kolaborasi Strategis, Estimasi Nilai hingga Rp3,3 Triliun

Sementara sebanyak 26,6 persen responden merasa kurang puas. Kemudian diangka 2,8 persen responden tidak puas sama sekali. Sedangkan sebanyak 0,6 persen responden memilih tidak tahu atau tidak menjawab.

Apabila melihat trennya, tingkat kepuasan kinerja pemerintah sempat turun saat pandemi Covid-19 mulai melanda Indonesia.

Misalnya pada Februari 2021, angka kepuasan responden terhadap kinerja pemerintah mencapai 64,6 persen.

Kemudian pada Juli 2021 kembali turun ke angka 62,4 persen.

Baca Juga:  Tinjau Sekolah Rakyat Sergai, KSP Dudung Pastikan Program Prioritas Presiden Tepat Sasaran

Sedangkan untuk angka responden yang tidak puas menurun. Pada Juli 2021, jumlah responden yang mengaku tidak puas dengan kinerja pemerintah mencapai 34,1 persen.

Pada November 2021, tercatat sebanyak 29,3 persen responden yang tidak puas.

Survei ini digelar pada 29 November hingga 6 Desember 2021. Metode wawancara yang dilakukan adalah tatap muka.

Sementara untuk mencari hasil survei dilakukan dengan metode pemilihan sampel secara acak.

Terkait ambang batas, Yunarto mengatakan kesalahan pada survei mencapai 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. [KM-07]

Berkomentarlah secara bijaksana, komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator.

Please enter your comment!
Please enter your name here