Edy Rahmayadi Marahi dan Usir Pelatih Biliar karena Tak Ikut Tepuk Tangan

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyerahkan bonus dengan total Rp11,1 miliar kepada atlet dan pelatih peraih medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Senin (27/12/2021). Ini merupakan penghargaan atas perjuangan para atlet yang telah mengharumkan nama Sumut di level nasional. (Foto Dinas Kominfo Provinsi Sumut)

MEDAN, KabarMedan.com | Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi marah hingga menjewer dan mengusir pelatih biliar Khoirudin Aritonang dalam acara pembagian bonus atlet peserta PON XX Papua.

Peristiwa yang terjadi saat Edy memberikan kata sambutan di Rumah Dinas Gubernur tersebut lantaran pelatih yang akrab disapa Choki tersebut tidak ikut bertepuk tangan.

Edy yang saat itu tengah mengaku senang dengan pencapaian para atlet juga melontarkan harapannya agar Sumatera Utara semakin maju dalam cabang olahraga.

Baca Juga:  Tim Peserta Mulai Berdatangan, Gubernur Bobby Nasution Sukses Bawa Sumut Jadi Tuan Rumah AFF U-19

Motivasi Edy disambut dengan riuhan tepuk tangan dari para atlet dan hadirin yang berhadir. Namun mantan Pangdam I Bukit Barisan ini mendapati Choki tidak bertepuk tangan kemudian memanggilnya ke depan.

“Yang pakai kupluk itu siapa, yang baju kuning? Kau berdiri, ke sini. Kenapa kau tak tepuk tangan?” ujar Edy dalam video yang beredar, dilihat pada Selasa (28/12/2021).

Tak sampai di situ, Edy Rahmayadi juga mengomentari sikap Choki yang dianggapnya tidak cocok sebagai pelatih.

Baca Juga:  Pegadaian Bukukan Laba Bersih Rp. 4,3 T Pada Caturwulan I 2026

“Pelatih tak tepuk tangan. Tak cocok jadi pelatih ini, berdiri yang benar kau,” lanjutnya.

Belum dipersilahkan turun, Choki mengambil langkah pergi meninggalkan Aula dan tampak dituntun oleh sejumlah petugas.

“Pantesan biliar tidak dapat emas. Iya pasti tak dapat, pelatihnya kayak begitu,” tuturnya.

Dalam acara yang juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah tersebut, Edy meminta agar pihak KONI dan Dispora melakukan evaluasi terhadap cabang olahraga biliar di Sumut. [KM-06]