Pengacara Bantah Gubsu Tak Peduli Dunia Olahraga, Sebut Pelatih Biliar Tetap Diberi Bonus

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyerahkan bonus dengan total Rp11,1 miliar kepada atlet dan pelatih peraih medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Senin (27/12/2021). Ini merupakan penghargaan atas perjuangan para atlet yang telah mengharumkan nama Sumut di level nasional. (Foto Dinas Kominfo Provinsi Sumut)

MEDAN, KabarMedan.com | Pengacara Edy Rahmayadi, Junirwan Kurnia membatah keras pernyataan pelatih biliar Khoiruddin Aritonang yang mengatakan Gubernur Sumatera Utara minim perhatian terhadap dunia olahraga.

Kepedulian Edy dibuktikan dengan tetap memberikan pelatih biliar yang akrab disapa Choki Aritonang tersebut bonus hingga Rp 100 Juta bahkan setelah permasalahan antar keduanya muncul.

“Nggak ada itu kalau dikatakan tidak peduli. Buktinya Pak Edy tetap mencairkan bonusnya Rp 100 Juta untuk dia pribadi,” ujarnya, Kamis (6/1/2022).

Junirwan menyebut hal itu menggambarkan kepedulian Edy terhadap para atlet dan pelatih olahraga di Sumatera Utara.

Permasalahan tersebut bermula saat Edy memanggi Khoiruddin Aritonang ke atas panggung lantaran pelatih yang akrab disapa Choki tersebut tidak ikut bertepuk tangan.

Baca Juga:  Jelang Idul Adha, Pertamina Siapkan Penyaluran 1,2 Juta Tabung LPG 3 Kg

Edy yang saat itu tengah mengaku senang dengan pencapaian para atlet juga melontarkan harapannya agar Sumatera Utara semakin maju dalam cabang olahraga.

Motivasi Edy disambut dengan riuhan tepuk tangan dari para atlet dan hadirin yang berhadir. Namun mantan Pangdam I Bukit Barisan ini mendapati Choki tidak bertepuk tangan kemudian memanggilnya ke depan.

“Yang pakai kupluk itu siapa, yang baju kuning? Kau berdiri, ke sini. Kenapa kau tak tepuk tangan?” ujar Edy dalam video yang beredar, dilihat pada Selasa (28/12/2021).

Tak sampai di situ, Edy Rahmayadi juga mengomentari sikap Choki yang dianggapnya tidak cocok sebagai pelatih.

“Pelatih tak tepuk tangan. Tak cocok jadi pelatih ini, berdiri yang benar kau,” lanjutnya.

Baca Juga:  Idul Adha, PMT Salurkan Hewan Kurban untuk Masyarakat di Pesisir

Belum dipersilahkan turun, Choki mengambil langkah pergi meninggalkan Aula dan tampak dituntun oleh sejumlah petugas.

Saat diwawancarai, Choki mengatakan menurutnya tak ada hal khusus yang mewajibkan dirinya untuk ikut serta memberikan tepuk tangan kala itu.

“Ya bingung kenapa sampai dimaki hanya karena saya tidak tepuk tangan? Marah-marah nggak jelas, kan aneh,” ujarnya, Selasa (28/12/2021).

Sosok yang akrab disapa Choki tersebut mengatakan tindakan mantan Pangdam I Bukit Barisan itu mempermalukan dirinya. Lantas, Choki langsung memilih keluar setelah dirinya dijewer Edy.

“Sempat dijewer dan itu bilang sontoloyo, ya saya keluar. Bukan diusir, tapi saya sudah mau keluar duluan. Minim perhatiannya ke dunia olahraga tapi gila hormat dan tepukan tangan,” tuturnya. [KM-06]