
MEDAN, KabarMedan.com | Meski hendak dilaporkan balik oleh Edy Rahmayadi, Ismail Marzuki sebagai perwakilan Gerakan Semesta Rakyat Indonesia yang sebelumnya lebih dulu melaporkan Gubernur Sumatera Utara itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tidak akan mundur.
“Kalau mau melaporkan balik, ya silakan. Sebagai warga yang baik, kita berhak melakukan cross check dan korfirmasi terkait pejabat publik ke lembaga negara seperti KPK,” ujarnya, Senin (17/1/2022).
Ismail mengatakan pihaknya telah menyerahkan sejumlah data yang disebut sebagai barang bukti atas laporan tersebut.
Beberapa waktu lalu, Edy Rahmayadi dilaporkan ke lembaga anti rasuah atas dugaan gratifikasi.
“Itu pembangunan brojong tanpa ada izin dari kementerian. Itu kan di pinggir sungai, harus ada izin. Kan jadinya ada indikasi (gratifikasi) di situ,” ujar Ismail, Jum’at (14/1/2022).
Ismail Marzuki juga menyinggung soal LHKPN Edy Rahmayadi di tahun 2019 yang dianggap tidak menampilkan kepemilikan aset secara lengkap.
“LHKPN 2019, dia juga sepertinya belum mencantumkan kepemilikan Taman Edukasi Buah Cakra yang luasnya sekitar 15 hektare lebih di daerah Deli Tua,” tambahnya.
Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan laporan tersebut telah diterima pada Kamis (13/1/2022) kemarin.
“Laporannya sudah diterima, kita akan pelajari, analisis dan verifikasi terlebih dahulu,” katanya.
Sementara itu, Edy Rahmayadi menanggapi perihal pelaporan dirinya. Ia mengatakan KPK telah turun langsung untuk memeriksa laporannya kala itu.
“Itu kan LHKPN itu pertanggungjawaban harta saya yang sudah saya laporkan ke pihak berwajib. Nggak usah laporkan orang, laporannya pun kan sudah dihimpun KPK. KPK kan juga sudah turun lakukan survey atas apa yang kita lakukan,” ujar Edy.
Atas hal tersebut, Edy Rahmayadi mengungkap dirinya juga berencana melaporkan balik Gerakan Semesta Rakyat.
“Nanti saya laporkan balik dia,” katanya.
Edy Rahmayadi juga mengaku heran tentang pihak-pihak yang kerap melaporkan dirinya pada penegak hukum.
“Kok senang kali orang-orang ini mau memenjarakan saya. Tanyakan sama si Ismail itu,” tuturnya. [KM-06]













