APRINDO: Stok Minyak Goreng Kemasan Rp 14.000 Per Liter Aman

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Roy N Mandey mengatakan stok minyak goreng kemasan satu harga aman. (Foto: Ist)

MEDAN, KabarMedan.com | Pemerintah mulai menerapkan kebijakan satu harga minyak goreng kemasan yaitu Rp14 ribu per liter. Namun, baru 1 hari berjalan, beberapa ritel modern mulai kehabisan stok.

Beberapa warga sempat mengeluhkan habisnya stok minyak goreng satu harga ini. Bahkan, ada pula hoaks yang beredar bahwa kebijakan ini hanya berlaku satu hari.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Roy N Mandey kepada KabarMedan.com, Kamis (20/1/2022) mengatakan, habisnya stok minyak goreng kemasan satu harga adalah bukti program pemerintah sangat efektif dan memang dibutuhkan masyarakat.

Peritel modern jaringan seperti Alfamart memiliki mekanisme pembelian barang secara otomatis ke pihak supplier atau distributor untuk pemenuhannya.

Tentunya, mekanisme yang digunakan sesuai dengan jumlah kebutuhan atau tingkat jual tiap toko.

Baca Juga:  Pertamina Pastikan Kesiapan Avtur untuk Dukung Penerbangan Haji 2026

“APRINDO aktif intensif berkoordinasi dengan pihak produsen dan distributor minyak goreng bersama Kementerian Perdagangan untuk dapat memonitor supply kebutuhan minyak goreng dari seluruh peritel moder anggota APRINDO,” jelas Roy N Mandey.

Menurutnya, koordinasi intensif ini dilakukan agar semakin cepat dan lancar guna pemenuhan dan kepastian tersedianya stok minyak goreng di toko untuk seluruh lapisan masyarakat.

Roy mengungkapkan, dalam pertemuan sebelumnya APRINDO dan pemerintah telah memprediksi serbuan masyarakat akan kebutuhan minyak goreng kemasan satu harga itu.

Walaupun saat ini beberapa gerai kehabisan stok, Roy memastikan hal itu tidak akan lama dan berkepanjangan.

Mengingat, stok minyak goreng kemasan telah dikomitmenkan pemerintah dan program ini akan berjalan paling tidak selama 6 bulan ke depan, sampai harga minyak goreng sawit (CPO) stabil.

Baca Juga:  Jadwal Seleksi KI Sumut 2026–2030 Disesuaikan, Tahapan Berubah Tanpa Ubah Substansi

Kondisi penyerbuan atau antrian seperti yang terjadi di awal kebijakan diterapkan, menurutnya hanya terjadi sesaat. Masyarakat tidak perlu merasa khawatir karena dipastikan stok aman.

Permasalahan habisnya stok di beberapa gerai, dijelaskan Roy, bisa saja terhambat karena jaringan ritel yang luas dan kapasitas produksi yang perlu ditambah.

Dalam memastikan stok minyak goreng kemasan tetap aman, menurutnya diperlukan kerjasama semua pihak, baik pemerintah, produsen, distributor maupun para peritel jejaring nasional dan lokal.

“Khususnya produsen yang memproduksi dan distributor yang menyalurkan atau mengirimkan kepada peritel modern harus dapat cepat, tanggap dan komit merespon kebutuhan peritel modern dengan menyiapkan pasokan yang selalu cukup mengimbangi permintaan masyarakat,” tandasnya. [KM-07]