Luhut Temui Terawan untuk Lakukan Terapi Vaksin Nusantara

JAKARTA, KabarMedan.com | Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengunjungi Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk melakukan terapi vaksin nusantara di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.

Dilansir dari Suara.com, Luhut melakukan pengambilan darah yang kemudian diproses dengan metode sel dendritik yang disuntikkan kembali menjadi Vaksin Nusantara yang digadang-gadang menjadi vaksin Covid-19 buatan bangsa.

“Saya ambil darah untuk Vaksin Nusantara, kita coba. Kita kenapa sih tidak bangga dengan temuan anak bangsa? Saya tanya dokter-dokter juga bagus katanya Dokter Terawan. Kita buang lah pikiran-pikiran negatif,” ujar Luhut dalam video yang beredar, dilihat pada Rabu (6/4/2022).

Ia juga mengimbau kepada pihak-pihak tertentu agar dapat bersaing dengan sehat tanpa emosional yang subjektif. Luhut menilai, apa yang dilakukan oleh Terawan memakai prosedur yang cukup baik.

“Kepada pakar-pakar kita, bersaing lah dengan baik, jangan bawa dengki, kemarahan dan kebencian. Itu saya kira nggak baik. Menurut saya, setelah saya cek juga, seluruh prosedur sesuai dengan pengamatan saya sebagai orang awam cukup baik,” tuturnya.

Baca Juga:  Sistem Kelistrikan Sumatra Berangsur Pulih, PLN Lakukan Penormalan Layanan

Tak hanya itu, Luhut menyebut dirinya telah mencoba metode cuci otak Digital Subtraction Angiography (DSA) yang belakangan banyak didebatkan dan diduga menjadi salah satu alasan pemecatan Terawan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

“Saya sudah DSA juga, dan sudah rasakan manfaatnya,” sebutnya.

Sebelumnya, IDI telah memecat Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto setelah mengadakan rapat sidang khusus Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK).

“Memutuskan, menetapkan, pertama, meneruskan hasil keputusan rapat sidang khusus MKEK yang memutuskan pemberhentian permanen Prof Dr dr Terawan Agus Putranto, SpRad(K), sebagai anggota IDI,” bunyi keputusan tersebut dalam video yang dilihat pada Minggu (27/3/2022).

Poin keputusan tersebut dibacakan pada Muktamar ke-31 IDI di Banda Aceh pada Jum’at (25/3/2022) lalu. Ketetapan tersebut, dalam hal ini pemberhentian Terawan akan dilaksanakan oleh PB IDI selambat-lambatnya 28 hari kerja.

Konflik dan perseteruan antara Terawan dengan IDI sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Di tahun 2015 lalu, Terawan menerapkan terapi cuci otak saat ia menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto serta Dokter Kepresidenan Republik Indonesia. Saat itu, Terawan mengklaim sebanyak 40 ribu orang telah mencoba pengobatannya tersebut.

Baca Juga:  Dukung Asta Cita Pemerintah, Pegadaian Kukuhkan Posisi sebagai Wajah Utama Bank Emas Indonesia

Menggunakan alat Digital Substraction Angiography (DSA), IDI mengungkap bahwa metode yang dilakukan Terawan belum teruji secara ilmiah. Namun, Terawan terus melakukan promosi secara masif.

Dipanggil dan terus mangkir tak bergeming hingga hampir tiga tahun, di tahun 2018, IDI menyatakan bahwa Terawan telah melanggar kode etik.

Di tahun 2019, Terawan diangkat oleh Presiden Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi sebagai Menteri Kesehatan. Lantas, hal itu pun mendapatkan penolakan dari IDI. Surat rekomendasi pembatalan dilantiknya Terawan sebagai Menteri Kesehatan dengan track record catatan pelanggaran kode etik profesi sayangnya tidak digubris Jokowi.

Tak hanya itu, saat menjabat sebagai Menteri, Terawan secara gamblang mempromosikan mengenai vaksin nusantara sebelum penelitian mengenai vaksin tersebut dinyatakan selesai. Tak hayal, ketidakjelasan akan vaksin tersebut akhirnya menimbulkan perdebatan di masyarakat. [KM-06]