JAKARTA, KabarMedan.com | Jokowi meminta kepada jajaran pemerintah untuk tidak menimbulkan polemik di masyarakat dengan wacana penundaan pemilu 2024 maupun dengan perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.
“Jangan menimbulkan polemik di masyarakat, fokus dalam bekerja, dalam penanganan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi. Jangan sampai ada lagi, yang menyuarakan lagi mengenai urusan penundaan pemilu atau urusan perpanjangan masa jabatan,” ujarnya, Kamis (7/4/2022).
Menurutnya, banyak kesulitan-kesulitan yang harus segera ditangani, terutama setelah terjadinya sejumlah kenaikan harga.
Jokowi meminta agar penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat menuju waktu Lebaran Idul Fitri tahun 2022 mendatang segera dilakukan. Bantuan Langsung Tunai (BLT) tersebut, kata Jokowi, sangat berarti bagi masyarakat untuk membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan.
“Yang berkaitan dengan bantuan sosial, saya harapkan, baik PKH dan lain-lain plus yang kemarin BLT minyak goreng bisa disalurkan secepat-cepatnya sebelum lebaran tiba. Bukan apa-apa, mungkin kita tu nggak merasakan, tapi Rp300.000 bagi rakyat itu pas mau lebaran dapat itu rasanya betul, saya bisa merasakan betul itu senengnya kalau bisa memegang uang itu yang bisa dipakai untuk membeli minyak goreng dan kebutuhan-kebutuhan pokok lainnya,” tuturnya.
Seperti halnya dengan kenaikan harga Pertamax beberapa waktu lalu, kini Jokowi meminta menteri terkait waspada dan terus memantau mengenai harga kebutuhan pokok. Pemerintah, menurutnya juga harus memperhatikan betul bagaimana menjelaskan satu dan lain hal kepada masyarakat agar tidak menimbulkan asumsi terkait kondisi-kondisi tertentu.
“Terutama, betul-betul saya minta ini yang berkaitan dengan kebutuhan pokok, dirumuskan betul, tidak hanya urusan minyak goreng, tetapi di lihat satu persatu urusan beras seperti apa, urusan kedelai nanti akan seperti apa, urusan gandum nanti akan seperti apa. Kalau kerja nggak detail, kerja nggak dilihat betul, dan kita semua ini diam, nggak ada statement, hati-hati dianggap kita ini nggak kerja, nggak ngapa-ngapain,” terus Jokowi. [KM-06]














