JAKARTA, KabarMedan.com | Lembaga survey lembaga Institute Riset Indonesia (INSIS) mengungkap bahwa Jokowi dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpeluang maju dalam Pemilu 2024 jika wacana perpanjangan masa jabatan direalisasikan.
“Jika wacana tersebut tidak dihentikan dan lolos ke MPR, maka otomatis tiket presidensi SBY yang sudah expired akan hidup lagi. Tapi mengenai SBY akan menggunakan lagi atau tidak itu soal lain,” ujar peneliti INSIS, Dian Permata pada Senin (18/4/2022).
Ia menambahkan, wacana perpanjangan masa jabatan itu masih berkemungkinan terjadi dengan dilakukannya amandemen Undang-Undang Dasar 1945. Terutama, belum tampak ketegasan lebih dari Jokowi mengenai penolakan wacana tersebut.
Di Jawa Barat, Dian menyebut elektabilitas SBY terbilang tinggi, yakni sebesar 10,09 persen. Posisi SBY berada di bawah Prabowo yang meraih angka tertinggi yakni 22,05 persen.
Posisi Jokowi kemudian menyusul di angka elektabilitas 6,14 persen, disusul dengan Muhaimin Iskandar sebanyak 0,91 persen.
Sementara responden yang masih merahasiakan atau belum memutuskan menjawab ada sebanyak 66,82 persen.
“Jika terjadi amandemen tersebut, nama SBY jika disandingkan dengan peserta capres lain, maka angka SBY terbilang tinggi. Terutama saat ini posisi SBY tidur, tidak running campaign for president. Berbeda dengan capres lainnya yang memang ada,” tuturnya.
Survey dilakukan dari tanggal 24 Maret hingga 29 Maret 2022 lalu dengan teknik multistage random sampling dan wawacara tatap muka. Dilakukan di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, survey ini memiliki total responden sebanyak 440 orang. [KM-06]














