Jenazah Retno Suwito Tiba di Rumah Duka, Tangis Keluarga Pecah

Suasana rumah duka korban geng motor. (Foto: KM-05)

MEDAN, KabarMedan.com | Tangis keluarga pecah saat jenazah Retno Suwito (26) tiba di rumah duka di Jalan Kail, Lingkungan 5, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan pada Kamis (21/4/2022).

Jenazah tiba di rumah duka pukul 14.15 WIB dengan ambulans dan disambut tangis oleh kerabatnya.

Terlihat sang istri, IK (23) tak sanggup berdiri di samping ambulans yang membawa jenazah suaminya.

Ia berdiri dipapah oleh seorang perempuan paruh baya menuju rumah. Jenazah korban yang sudah ditutup dengan kain kafan ditandu masuk ke dalam rumah.

Terdengar suara pelayat yang mengutuk kejadian itu dan berharap agar pelaku ditangkap secepatnya.

Di pintu rumah duka, duduk dua orang pemuda yang terlihat syok. Salah satunya bernama Rasyid. Awalnya dia mau membeli mie untuk sahur. Korban mengajaknya untuk keluar makan.

Baca Juga:  Jadwal Seleksi KI Sumut 2026–2030 Disesuaikan, Tahapan Berubah Tanpa Ubah Substansi

Sebelum kejadian di Titi Papan dia dan korban berpapasan dengan pelaku. Ia tak tahu pasti apa yang terjadi. Namun saat itu ia mengetahui korban hendak dipukul pelaku namun mengelak dan langsung mengebut.

Ia tidak menyangka bahwa para pelaku yang berjumlah sekitar 20 orang adalah geng motor karena masih muda.

“Aku udah ngajak ayok balek kau bawa anak bini. Ngapain lagi ayok balek. Entah kenapa  dia tergerak minum jamu. Belum lagi nenggak jamu, orang itu lewat oh itu dia itu dia, mutar, terus saya engkol kereta. Entah kenapa dia berhenti di simpang Sei Mati. Itu lah terjadi,” tuturnya.

Baca Juga:  Kolaborasi Lintas Pihak Dorong Penyusunan Tata Kelola Wilayah Adat di Tapanuli Utara

Di lokasi kejadian itu, korban sempat turun dari sepeda motornya dan meminta istrinya membawa sepeda motor di depan dan korban membonceng.

“Pas di simpang Sungai Mati, Retno turun melindungi bini dan kereta, orang itu pun turun dari kereta sudah angkat sajam semua. Harapannya pelaku dihukum setimpal lah,” ucapnya.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan korban meninggal dunia akibat tusukan senjata tajam di bagian dada.

Tim Gabungan Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut dan Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan meringkus 3 terduga pelaku yang kesemuanya warga Belawan.

Hadi menuturkan, tidak tertutup kemungkinan adanya pelaku lain. “Masih kita dalami,” katanya. [KM-07]