MEDAN, KabarMedan.com | Di tengah maraknya persaingan bisnis industri film di tanah air, sineas OK Mahadi dan Bayu P. Atmojo, mencoba mencuri perhatian masyarakat dengan merilis sebuah film religi. Film berjudul “Air Mata Fatimah” ini mengisahkan perjalanan hidup seorang pelacur yang berakhir tragis.
Film ini sendiri adalah kisah nyata dari Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada tahun 1960-an. Banyak pesan moral, nilai filosofi dan agama yang disampaikan lewat film ini.
Aktris Hamda Annidika Widya tampil sebagai pemeran utama yang memerankan seorang pelacur atau Pekerja Seks Komersial (PSK). Hamda digambarkan sebagai wanita bernasib tragis, karena harus dikucilkan oleh penduduk kampung akibat profesinya yang dianggap hina.
Hamda sendiri memiliki seorang putri bernama Fatimah, yang diperankan oleh Reyhanna Alhabsy. Sama dengan nasib sang ibu, Fatimah juga mengalami perilaku serupa, harus dikucilkan masyarakat kampung dan nyaris diusir dari tanah kelahirannya.
Sosok Fatimah digambarkan sebagai anak yang tidak pernah mengetahui siapa ayahnya, hingga ia selalu mendapat cemooh dan tekanan dari penduduk desa.
Bahkan ironisnya, niat baiknya untuk mengaji dan belajar selalu mendapatkan penolakan dari masyarakat Desa tempatnya tinggal. Ditengah himpitan kehidupan yang keras, muncul Ikhsanudin yang diperankan Dwi Andika. Ia dengan ikhlas mengajarkan Fatimah mengaji.
Film ini dipastikan bakal menguras emosi dan air mata, saat Fatimah diceritakan akhirnya meninggal dunia ketika sedang melantunkan ayat-ayat suci Alquran.
Film produksi perdana Cosmic Production ini turut dibintangi oleh aktor Reza Fahlevi, Oka Sugawa, dan aktris senior Jajang C Noer. Film Air Mata Fatimah ini akan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 1 Oktober 2015 mendatang. [KM-03]















