Jokowi Tolak Beri Bantuan Senjata ke Ukraina, Sebut Soal Prinsip Politik Luar Negeri Indonesia

Foto: Ist

JAKARTA, KabarMedan.com | Presiden Joko Widodo mengungkap dirinya mendapat permintaan bantuan dari Ukraina yang saat ini tengah berkonflik dengan Rusia. Presiden Volodymyr Zelensky dikatakan Jokowi meminta agar Indonesia memberikan bantuan senjata terhadap negaranya.

Komunikasi antara Zelensky dan Jokowi terjadi saat orang nomor satu di Indonesia itu menghubungi kepala-kepala negara untuk membicarakan terkait Presidensi G-20 yang akan dilaksanakan di Bali pada November 2022 mendatang.

“Pada hari Rabu, 27 April 2022, pukul 15 sore, saya berkomunikasi dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, dan Kamis 28 April saya melakukan pembicaraan dengan Presiden Portugal, dan malamnya jam 7 saya berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin,” ujarnya, Jumat (29/4/2022).

Baca Juga:  Sistem Kelistrikan Sumatra Berangsur Pulih, PLN Lakukan Penormalan Layanan

Mengenai permintaan tersebut, Jokowi mengatakan Indonesia tak dapat memberikan bantuan senjata. Hal tersebut mengacu pada aturan dalam konstitusi serta prinsip politik Indonesia.

“Dalam pembicaraan, dalam perbincangan telepon dengan Presiden Ukraina, saya memperoleh update mengenai perkembangan situasi saat ini di Ukraina. Dalam pembicaraan itu dibahas juga mengenai berbagai permintaan bantuan persenjataan dari Indonesia,” kata Jokowi.

“Saya menegaskan bahwa, sesuai dengan amanat konstitusi Indonesia dan prinsip politik luar negeri Indonesia, melarang pemberian bantuan persenjataan kepada negara lain,” lanjutnya.

Meskipun begitu, kata Jokowi, Indonesia akan selalu siap untuk memberikan bantua kemanusiaan bila diperlukan.

“Namun, saya menyampaikan kesiapan Indonesia untuk memberikan bantuan kemanusiaan. Saya sampaikan mengenai harapan agar perang dapat segera dihentikan, dan solusi damai melalui perundingan dapat dikedepankan,” tuturnya.

Baca Juga:  Kunjungi Pusat Pengatur Beban Sumatra, Dirut PLN Pimpin Upaya Percepat Pemulihan Sistem Kelistrikan Sumatra

Jokowi mengungkap, selain Covid-19, perang antara Rusia dan Ukraina sangat berpengaruh dengan ekonomi dunia saat ini.

“Kita paham bahwa G-20 memiliki peran sebagai katalisator pemulihan ekonomi dunia. Dan kalau kita bicara tentang pemulihan ekonomi dunia, maka terdapat dua hal besar yang mempengaruhi saat ini, yaitu yang pertama, pandemi Covid-19, dan yang kedua perang di Ukraina,” sebut Jokowi.

Ikut mengundang Zelensky dalam ajang KTT G-20, Jokowi berharap agar konflik antar kedua negara itu dapat mengedepankan perdamaian. [KM-06]